JN-Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, kembali menegaskan arah haluan strategis negara dalam mengawal fase transisi menuju negara maju. Kepala Negara menyatakan secara konsisten bahwa transformasi bangsa yang holistik dari hulu ke hilir wajib berjalan tegak lurus di atas koridor ideologi Pancasila. Langkah ini menjadi syarat mutlak demi mewujudkan tatanan Indonesia yang berdaulat penuh, mandiri, serta makmur secara berkeadilan.
Presiden Prabowo menjelaskan bahwa transformasi berbasis Pancasila menuntut adanya perbaikan sistem ekonomi ke arah yang lebih humanis dan inklusif. Pemerintah berkomitmen penuh untuk mengikis ketimpangan sosial serta menghadirkan program-program nyata yang berpihak pada penguatan ekonomi rakyat arus bawah, seperti optimalisasi koperasi pedesaan, pemberdayaan pekerja informal, serta penyediaan fasilitas dasar yang merata.
Visi besar ini diejawantahkan secara konkret oleh Kabinet Merah Putih melalui percepatan berbagai program prioritas nasional. Mulai dari pemenuhan hak pendidikan layak lewat pembangunan Sekolah Rakyat, penguatan ketahanan fisik jemaah melalui penyediaan infrastruktur sanitasi di pedesaan, hingga investasi SDM jangka panjang melalui pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) bagi anak-anak usia sekolah.
Baca juga: Wamen ATR/BPN Ossy Dermawan Dorong GTRA Sulbar Ambil Peran Taktis Urai Tumpang Tindih Lahan
“Kita sedang berjalan melakukan transformasi bangsa yang besar. Namun, kemajuan teknologi dan ekonomi tidak boleh mencabut akar jati diri kita. Pancasila adalah fondasi kita untuk berdiri di atas kaki sendiri. Kita harus pastikan kekayaan alam kita dikelola mandiri demi kemaslahatan murni seluruh rakyat, sehingga tercipta Indonesia yang berdaulat, adil, dan berwibawa di mata dunia,” tegas Presiden Prabowo Subianto.(Yonex)





