JEJAK-NEWS.COM-Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan (Menko Infra), Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), memimpin aksi penanaman pohon mangrove di kawasan pesisir Kabupaten Demak, Jawa Tengah. Langkah ini dilakukan sebagai bagian dari dorongan pemerintah untuk mengimplementasikan solusi berbasis alam (nature-based solutions) guna melindungi kawasan Pantai Utara (Pantura) Jawa dari ancaman abrasi, penurunan tanah (land subsidence), dan banjir rob yang kian masif.
Menko AHY menegaskan bahwa penanganan kerentanan ekosistem pesisir Pantura tidak hanya bergantung pada pembangunan infrastruktur fisik keras seperti tanggul laut (giant sea wall), tetapi juga harus dikombinasikan dengan restorasi vegetasi alami. Penanaman mangrove dinilai menjadi benteng hijau efektif yang mampu meredam gelombang air laut, menahan laju erosi tanah, sekaligus mengembalikan daya dukung lingkungan pesisir secara berkelanjutan.
Selain fungsi perlindungan fisik, penataan ekosistem mangrove di Demak diproyeksikan memberikan dampak ekonomi jangka panjang bagi masyarakat lokal melalui potensi pengembangan ekowisata serta pemulihan habitat biota laut pendukung sektor perikanan. Pemerintah berkomitmen menyinergikan kebijakan kementerian/lembaga terkait bersama pemerintah daerah agar rehabilitasi ekosistem pesisir berjalan terpadu dan terukur.
Melalui aksi nyata restorasi mangrove ini, pemerintah optimistis ketahanan wilayah pesisir Pantura Jawa akan semakin kuat dalam menghadapi ketidakpastian dampak perubahan iklim global. Penanganan terpadu berbasis kelestarian lingkungan hidup diharapkan dapat menjamin keamanan permukiman warga serta keberlanjutan roda perekonomian di kawasan pesisir nasional.(Yusuf)





