JEJAK-NEWS.COM-Pengelolaan sampah berbasis ekonomi sirkular terus digencarkan oleh pemerintah melalui optimalisasi budidaya Black Soldier Fly (BSF) atau maggot sebagai pakan ternak alternatif bernutrisi tinggi. Wakil Menteri Lingkungan Hidup menegaskan bahwa kunci utama dalam keberhasilan komersialisasi maggot ini terletak pada kesadaran masyarakat untuk melakukan pemilahan sampah organik sejak dari rumah tangga. Tanpa adanya pemilahan yang disiplin, bahan baku pakan maggot akan tercampur dengan material anorganik yang dapat menghambat proses produksi dan menurunkan kualitas hasil akhir.
Pemerintah melihat potensi besar maggot bukan hanya sebagai solusi penanganan tumpukan sampah di tempat pembuangan akhir (TPA), tetapi juga sebagai komoditas bisnis yang menjanjikan bagi peternak dan pelaku UMKM lokal. Sampah organik rumah tangga yang dikelola dengan tepat dapat diubah menjadi protein hewani murah untuk pakan unggas dan ikan, sehingga mampu menekan biaya operasional para peternak secara signifikan. Oleh karena itu, sinergi antara edukasi pemilahan sampah di tingkat akar rumput dan pengembangan fasilitas pengolahan skala kawasan menjadi strategi prioritas kementerian.
Melalui pendekatan ini, rantai pasok industri pengolahan sampah organik diharapkan mampu mandiri secara finansial sekaligus mendatangkan tambahan pendapatan bagi warga. Pemerintah berkomitmen untuk terus mendampingi kelompok masyarakat dan pelaku usaha dalam memperluas jangkauan pasar komersialisasi maggot, menjadikan limbah harian yang sebelumnya tidak bernilai sebagai motor penggerak ekonomi hijau yang berkelanjutan.(Yusuf)





