Restorasi Situ Bulakan, Ikhtiar Kemanusiaan Pemkot Tangerang Merawat Alam dan Memanusiakan Warga Periuk

Alat berat ekskavator sedang mengeruk lumpur dan sedimentasi di Situ Bulakan Tangerang untuk memperluas daya tampung air.
Ikhtiar Kolektif: Alat berat dikerahkan di kawasan Situ Bulakan, Kecamatan Periuk, sebagai langkah konkret memulihkan fungsi ekosistem air dan melindungi pemukiman warga sekitarnya dari ancaman luapan banjir.
TANGERANGJejak News, Krisis iklim yang kian nyata menuntut respons kebijakan yang tidak hanya teknis, melainkan juga humanis. Memahami urgensi tersebut, Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang menyatakan dukungan penuh terhadap langkah Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten yang tengah gencar melakukan normalisasi Situ Bulakan di Kecamatan Periuk. Proyek restrukturisasi ekologis ini dinilai sebagai pembuktian nyata bahwa negara hadir untuk memanusiakan warga dengan menjamin keamanan ruang hidup mereka dari ancaman tahunan banjir.
Kecamatan Periuk selama ini kerap menjadi titik episentrum genangan saat curah hujan tinggi ekstrem melanda. Oleh sebab itu, pemulihan fungsi situ bukan lagi sekadar proyek infrastruktur biasa, melainkan sebuah ikhtiar kemanusiaan yang mendesak demi memutus rantai trauma ekologis yang dialami ribuan kepala keluarga di wilayah tersebut.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Tangerang, Taufik Syahzaeni, menegaskan komitmen Pemkot yang langsung menerjunkan armada alat berat secara masif di lokasi. Langkah taktis ini difokuskan pada pengerukan sedimentasi lumpur yang mengendap secara alami selama bertahun-tahun, yang secara drastis menggerus volume kapasitas tampung air di kawasan hulu dan tengah situ.
“Kami sudah melakukan pemantauan untuk melihat langsung upaya normalisasi yang sedang berjalan di Situ Bulakan. Sudah berjalan dari beberapa hari kemarin, normalisasi berfokus pada pengerukan lumpur sedalam satu meter termasuk juga pembersihan saluran masuk (inlet) dan keluar (outlet) agar distribusi air tetap terkendali terutama ketika curah hujan tinggi,” ujar Taufik pada Selasa (12/5/2026).
Taufik melanjutkan, pengerukan sedalam satu meter ini dirancang secara komprehensif untuk merevitalisasi fungsi hidrologis dan memperkuat sistem pertahanan pengendali banjir di wilayah Kecamatan Periuk dan sekitarnya. Aliran air yang selama ini tersumbat oleh tumpukan sampah dan lumpur tebal kini mulai dinormalisasi agar debit air kiriman dapat dialirkan secara proporsional tanpa meluap ke permukiman warga.
Pemerintah daerah memacu pengerjaan ini secara spartan demi mencapai hasil optimal dalam waktu singkat. “Kami berharap upaya normalisasi ini berjalan lancar sesuai dengan target yang ditentukan yakni selama 20 hari ke depan terus dilakukan secara maksimal,” tambah Taufik optimis.
Namun, rekayasa teknologi dan infrastruktur fisik dipastikan akan sia-sia tanpa adanya transformasi perilaku dari masyarakat. Pemkot Tangerang secara eksplisit mengetuk kesadaran kolektif warga untuk bahu-bahu mempraktikkan mitigasi bencana berbasis komunitas. Warga diimbau aktif menjaga kebersihan lingkungan dengan tidak membuang sampah ke aliran sungai, serta bersama-sama merawat fasilitas pengendali banjir yang telah dibangun.
Normalisasi Situ Bulakan kini menjadi simbol pengingat penting bagi publik Indonesia: bahwa merawat dan menghormati daya dukung alam adalah satu-satunya jalan terbaik untuk merawat eksistensi manusia itu sendiri.
Pewarta: Ananta Fathur
Editor: Suwarman

ARTIKEL TERKAIT

ARTIKEL TERBARU

Menu