JEJAK-NEWS.COM-Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) M. Sudaryono melakukan kunjungan kerja strategis ke Aljazair guna memacu kerja sama investasi dan pengamanan pasokan fosfat jangka panjang. Langkah diplomasi ekonomi ini ditempuh sebagai upaya proaktif Kementerian Pertanian dalam mengamankan ketersediaan bahan baku utama pembuat pupuk NPK dan SP-36, demi memperkuat ketahanan serta kedaulatan pangan nasional Indonesia.
Dalam rangkaian pertemuan dengan pemerintah dan pemangku kepentingan sektor pertambangan Aljazair, Wamentan menekankan pentingnya membangun kemitraan strategis yang saling menguntungkan. Aljazair dikenal sebagai salah satu negara pemegang cadangan batuan fosfat terbesar di dunia, sehingga keterlibatan Indonesia dalam rantai pasok dan eksplorasi fosfat di wilayah tersebut diproyeksikan mampu menjamin stabilitas pasokan serta efisiensi biaya produksi pupuk dalam negeri.
Pengamanan pasokan bahan baku pupuk bertujuannya langsung pada pencegahan gejolak harga pupuk bagi para petani di seluruh pelosok Tanah Air. Dengan keterjaminan pasokan fosfat impor secara langsung melalui investasi bilateral, produksi pupuk nasional dapat berjalan optimal tanpa terlalu rentan terhadap volatilitas harga serta ketidakpastian rantai pasok global.
Kementerian Pertanian optimistis bahwa sinergi investasi fosfat di Aljazair ini akan mengakselerasi kemandirian sektor pertanian Indonesia. Ketersediaan pupuk yang melimpah dan terjangkau dipastikan menjadi fondasi kuat dalam meningkatkan produktivitas komoditas pangan nasional serta mewujudkan cita-cita swasembada pangan yang berkelanjutan.(Yusuf)





