JEJAK-NEWS.COM-Pemerintah terus memperkuat komitmennya dalam mengakselerasi pertumbuhan ekonomi nasional melalui pengembangan sektor syariah yang inklusif dan berkelanjutan. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menegaskan bahwa ekosistem ekonomi syariah tidak hanya berfungsi sebagai alternatif sistem keuangan, tetapi juga menjadi instrumen strategis untuk mendorong inklusi keuangan secara menyeluruh serta memperkuat pemberdayaan ekonomi umat dari tingkat akar rumput.
Dalam berbagai kesempatan strategis, Menko Airlangga menyampaikan bahwa potensi besar ekonomi syariah di Indonesia harus dioptimalkan melalui sinergi lintas sektor, mulai dari industri halal, keuangan sosial islam seperti zakat dan wakaf, hingga perbankan syariah. Penguatan ini diyakini mampu menciptakan stabilitas ekonomi yang lebih merata sekaligus mempersempit kesenjangan sosial di tengah dinamika global yang penuh ketidakpastian.
“Pemberdayaan ekonomi masyarakat berbasis syariah memerlukan kolaborasi erat antara pemerintah, regulator, lembaga keuangan, serta pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). UMKM halal harus didorong naik kelas agar mampu menembus pasar ekspor global,” ujar Airlangga.
Langkah konkret yang didorong meliputi akselerasi sertifikasi halal gratis bagi jutaan pelaku UMKM, digitalisasi sistem pembayaran keuangan syariah, serta optimalisasi dana sosial syariah untuk produktivitas ekonomi rakyat. Dengan ekosistem yang terintegrasi, Indonesia diharapkan tidak hanya menjadi pasar konsumtif bagi produk halal dunia, tetapi juga produsen utama yang berdaya saing tinggi di kancah internasional.
Melalui penguatan regulasi dan perluasan akses pembiayaan yang ramah bagi pelaku usaha kecil, pemerintah optimis sektor ekonomi syariah akan menjadi motor penggerak baru bagi pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB) nasional sekaligus mewujudkan visi Indonesia Emas yang berdaya tahan tinggi terhadap gejolak ekonomi makro.(Yusuf)





