Fase Akhir Hari Tasyrik: Kemenhaj Konfirmasi Pendorongan Jemaah Haji Nafar Tsani Berjalan Lancar

JN-Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Republik Indonesia mengonfirmasi bahwa gelombang jemaah haji Indonesia yang mengambil pilihan Nafar Tsani telah mulai bergerak meninggalkan tenda-tenda pemondokan di Mina untuk bergeser menuju hotel mereka di Makkah Al-Mukarramah. Mobilisasi massal yang bergulir pada fase akhir hari Tasyrik ini dikawal secara ketat oleh petugas gabungan guna memastikan proses pendorongan jemaah berjalan dengan aman, tertib, dan sesuai jadwal protokoler yang telah ditetapkan.

Pemberangkatan jemaah Nafar Tsani ini menandai fase akhir dari seluruh rangkaian prosesi ibadah pasca-wukuf di kawasan Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna) untuk kloter-kloter terkait.

Guna mengantisipasi potensi penumpukan massa di area jalur evakuasi dan halte bus, Kemenhaj menerapkan sistem pengelewatan (flow control) yang sinkron antara ketersediaan armada bus maktab dengan kesiapan jemaah di dalam tenda. Petugas Sektor Adhoc Mina bersama tim Perlindungan Jemaah (Linjam) ditempatkan di titik-titik krusial sepanjang jalur keluar maktab untuk mengurai kepadatan serta membantu jemaah lansia dan risiko tinggi (risti) yang membutuhkan kursi roda atau ambulans.

Baca juga: Rampungkan Fase Krusial Armuzna, Wamenhaj Konfirmasi Seluruh Jemaah Haji RI Bergeser ke Makkah

“Pergerakan jemaah Nafar Tsani dari Mina menuju Makkah sudah mulai berjalan sejak pagi hari secara bertahap. Kami berkoordinasi intensif dengan pihak otoritas transportasi Arab Saudi untuk memastikan ketersediaan bus bergerak konstan. Fokus utama kami saat ini adalah memastikan seluruh jemaah bergeser ke Makkah dengan mengedepankan aspek keselamatan dan kenyamanan,” ungkap perwakilan tim pendorong operasional Kemenhaj, Sabtu (30/5/2026).

Kemenhaj menjelaskan bahwa jumlah jemaah yang mengambil Nafar Tsani—yaitu menetap di Mina hingga tanggal 13 Zulhijah—telah terdata dengan akurat, sehingga kalkulasi kebutuhan logistik, konsumsi, dan armada pengangkut di lapangan dapat terpenuhi secara presisi.

Setibanya di hotel pemondokan Makkah, jemaah haji diimbau untuk beristirahat secara total terlebih dahulu guna memulihkan stamina sebelum melaksanakan rangkaian ibadah selanjutnya, seperti Tawaf Ifadah dan Sai di Masjidil Haram. Tim kesehatan di tiap-tiap hotel juga telah disiagakan secara penuh untuk melakukan pemindaian kesehatan (skrining) awal bagi jemaah yang baru tiba dari Mina.

Baca juga: Kemenhaj Klarifikasi Perlambatan Distribusi Konsumsi Kloter SUB-72 dan Pastikan Langkah Mitigasi di Mina

Melalui manajemen pendorongan yang sistematis dan integratif ini, Kemenhaj optimistis pengosongan kawasan Mina bagi jemaah Indonesia dapat rampung tepat waktu tanpa kendala berarti. Keberhasilan mitigasi pergerakan massa ini diharapkan dapat terus dipertahankan pada fase-fase pemulangan jemaah berikutnya ke tanah air.(Yonex)

ARTIKEL TERKAIT

ARTIKEL TERBARU

Menu