Poin-poin Berita:
- Pergantian Jabatan: Pradhana Probo Setyarjo resmi menjabat sebagai Kajari Kota Tangerang menggantikan Muhammad Amin.
- Visi Hukum Ekonomi: Kajari baru berkomitmen menjadikan hukum sebagai pilar kepastian untuk mendukung iklim investasi dan pembangunan.
- Kehadiran di Masyarakat: Kejaksaan akan memperkuat kehadiran di tengah warga untuk mengidentifikasi hambatan program pembangunan daerah.
- Capaian PAD: Selama menjabat, Muhammad Amin berkontribusi pada peningkatan PAD Kota Tangerang sekitar Rp30 miliar melalui pendampingan hukum.
- Sinergi Pemerintah: Wali Kota Sachrudin berharap kolaborasi yudikatif dan eksekutif semakin solid untuk kemajuan kota.
TANGERANG – Jejak News, Ruang Al Amanah di Pusat Pemerintahan Kota Tangerang, Selasa malam (5/5/26), tidak sekadar menjadi saksi perpindahan tongkat estafet kepemimpinan. Di balik prosesi lepas sambut Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Kota Tangerang dari Muhammad Amin kepada Pradhana Probo Setyarjo, terselip sebuah narasi besar tentang bagaimana hukum seharusnya bekerja: bukan sebagai instrumen kaku yang menakutkan, melainkan sebagai “ruh” yang menghidupkan nadi pembangunan daerah.
Pradhana Probo Setyarjo datang dengan visi yang intelektual sekaligus membumi. Ia menegaskan bahwa keadilan tidak boleh berdiri di menara gading. Baginya, hukum harus bertransformasi menjadi penopang ekonomi—sebuah infrastruktur lunak yang memberikan kepastian bagi para penggerak pembangunan. “Hukum harus menghadirkan kemanfaatan yang nyata bagi kesejahteraan masyarakat,” ujarnya dengan nada yang tenang namun penuh determinasi.
Di sisi lain, Muhammad Amin meninggalkan jejak pengabdian selama 20 bulan dengan catatan yang impresif. Ia membuktikan bahwa pendampingan hukum yang presisi mampu menyelamatkan aset dan mengoptimalkan pendapatan daerah hingga Rp30 miliar. Sebuah angka yang bukan sekadar deretan nol, melainkan representasi dari integritas yang terjaga.
Wali Kota Tangerang, Sachrudin, menyambut hangat transisi ini. Baginya, sinergi antara pemerintah kota dan korps Adhyaksa adalah kunci untuk menavigasi kompleksitas pembangunan. Di tengah dinamika kota yang terus bergerak, kehadiran Kajari baru diharapkan mampu menjaga ritme kolaborasi yang telah terbangun, memastikan setiap kebijakan tetap berada di rel keadilan demi kemaslahatan warga Tangerang.
Pergantian nakhoda di Kejaksaan Negeri Kota Tangerang ini menjadi pengingat bahwa keadilan dan pembangunan adalah dua sisi dari koin yang sama. Dengan komitmen baru ini, publik kini menanti bagaimana “wajah hukum” yang lebih humanis dan profesional akan terus mengawal kemajuan di Kota Seribu Industri ini.
Pewarta:Limbong | Editor:Faisal





