JEJAK-NEWS.COM-Kementerian Pekerjaan Umum (PU) mengoptimalkan pengoperasian 53 unit Jaringan Irigasi Air Tanah (JIAT) di Kabupaten Indramayu, Jawa Barat. Pemanfaatan sumur bor dan jaringan irigasi air tanah ini difungsikan untuk menjamin kepastian pasokan air bagi sekitar 1.307 hektare lahan pertanian sawah, khususnya pada musim kemarau atau di wilayah yang sulit dijangkau saluran irigasi permukaan.
Infrastruktur JIAT ini menjadi solusi strategis dalam mengantisipasi ancaman kekeringan serta mempertahankan indeks pertanaman (IP) di salah satu kawasan lumbung beras utama Jawa Barat tersebut. Dengan tersedianya sumber air yang memadai dan terkelola secara teknis, para petani dapat mengoptimalkan masa tanam hingga dua hingga tiga kali dalam setahun tanpa khawatir mengalami gagal panen akibat kelangkaan air.
Kementerian PU melalui Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) terkait terus melakukan pemeliharaan berkala, perbaikan pompa, serta pendampingan teknis kepada Perkumpulan Petani Pemakai Air (P3A) setempat. Penguatan kelembagaan dan pengelolaan irigasi partisipatif ini bertujuan agar pengoperasian sumur bor dan pembagian air tanah dapat berjalan efisien, merata, serta adil bagi seluruh kelompok tani pemanfaat.
Pemerintah optimistis bahwa keberlanjutan operasional 53 titik JIAT di Indramayu ini akan memperkuat produksi beras daerah, menjaga tingkat produktivitas lahan pertanian rakyat, serta memberikan kontribusi nyata dalam memperkokoh ketahanan dan kedaulatan pangan nasional.(Yusuf)





