JN-Kementerian Pariwisata (Kemenpar) Republik Indonesia secara resmi menggelar program Familiarization Trip (Famtrip) strategis sebagai langkah hulu untuk mendongkrak angka kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) asal Malaysia ke Provinsi Kepulauan Riau (Kepri). Langkah taktis ini diorientasikan untuk memperkuat performa border tourism (pariwisata perbatasan) nasional dengan memanfaatkan kedekatan geografis dan kesamaan kultur antara kedua wilayah sebagai keunggulan komparatif yang bernilai ekonomi tinggi.
Agenda ini melibatkan partisipasi aktif para pelaku industri pariwisata papan atas dari Malaysia, mulai dari agen perjalanan (travel agent), operator tur, hingga pembuat konten digital (content creator) berpengaruh untuk merasakan langsung keunggulan portofolio wisata Kepri.
Melalui program Famtrip ini, Kemenpar mengemas paket pengenalan destinasi secara komprehensif yang menonjolkan diversifikasi produk wisata di Batam, Bintan, dan Tanjungpinang. Fokus promosi diarahkan pada keunggulan wisata olahraga (sport tourism) berstandar internasional, wisata belanja, wisata kuliner, hingga fasilitas resor mewah terintegrasi yang berkelanjutan. Langkah ini diambil guna meremajakan citra pariwisata Kepri di pasar Malaysia agar tidak hanya dikenal sebagai destinasi akhir pekan singkat, melainkan tujuan liburan premium yang berkualitas.
Baca juga: Uji Ketahanan Makro: Ekonom Sebut Stabilitas Rupiah Jadi Bantalan Krusial Resiko Eksternal
“Provinsi Kepulauan Riau adalah salah satu pintu masuk utama (enclave) wisman terbesar di Indonesia setelah Bali dan Jakarta. Penyelenggaraan Famtrip ini merupakan strategi hulu Kemenpar untuk mempercepat penetrasi pasar regional, khususnya Malaysia. Kita ingin para pelaku industri di Malaysia melihat langsung kesiapan infrastruktur dan variasi atraksi baru pascapandemi, sehingga mereka dapat menyusun paket penjualan yang menarik dan kompetitif,” ungkap perwakilan Direktorat Pemasaran Pariwisata Regional Kemenpar, Minggu (31/5/2026).
Pemerintah optimistis, penguatan promosi melalui skema Famtrip ini akan memberikan efek instan terhadap peningkatan okupansi hotel, pertumbuhan sektor ekonomi kreatif lokal, serta peningkatan frekuensi keterisian transportasi laut (ferry) dan udara rute Malaysia-Kepri.
Sinergi hulu-hilir terus dipertebal bersama Pemerintah Provinsi Kepri, asosiasi perhotelan (PHRI), dan ASITA setempat guna memastikan pelayanan prima di setiap lini pintu kedatangan. Kemenpar juga terus berkoordinasi dengan pemangku kepentingan terkait demi menjamin kelancaran regulasi keimigrasian serta penambahan konektivitas rute penyeberangan laut langsung guna memberikan kenyamanan maksimal bagi para pelancong.
Baca juga: Perkuat Hubungan Ekonomi di Paris, Rosan Dorong Dewan Bisnis Akselerasi Investasi Multisektoral
Melalui pelembagaan strategi pemasaran yang agresif dan integratif ini, Kementerian Pariwisata berkomitmen untuk mengembalikan sekaligus melampaui masa kejayaan kunjungan wisman di wilayah perbatasan. Keberhasilan program Famtrip ini diharapkan mampu memberikan kontribusi masif terhadap pencapaian target devisa pariwisata nasional, sekaligus menggerakkan roda perekonomian masyarakat Kepulauan Riau secara berkelanjutan.(Yonex)





