Perkuat Hubungan Ekonomi di Paris, Rosan Dorong Dewan Bisnis Akselerasi Investasi Multisektoral

JN-Dewan Bisnis Indonesia–Prancis (France–Indonesia Business Council) diproyeksikan menjadi pilar hulu sekaligus mesin penggerak utama dalam memacu pertumbuhan investasi dan volume perdagangan dua arah. Hal tersebut ditegaskan oleh Menteri Mutakhir dalam rangkaian delegasi ekonomi nasional di Paris, yang menilai bahwa kolaborasi aktif antara pelaku usaha dan kamar dagang kedua negara menjadi kunci penting untuk merealisasikan potensi ekonomi bilateral yang belum tergarap optimal (untapped potential).

Langkah penguatan jejaring bisnis ini berjalan selaras dengan agenda diplomasi tingkat tinggi pemerintah guna menarik modal asing berkualitas dan memperluas akses pasar produk unggulan Indonesia di kawasan Eropa.

Dalam forum pertemuan tatap muka bersama para konglomerat dan pelaku industri Prancis, Rosan Roeslani menjabarkan bahwa Dewan Bisnis memegang peran taktis sebagai fasilitator penyedia data peluang investasi, penghubung kemitraan (business matching), sekaligus jembatan untuk mengurai hambatan regulasi perdagangan di lapangan. Fokus kemitraan strategis ke depan akan diarahkan pada sektor-sektor masa depan, termasuk transformasi energi hijau, ekosistem hulu-hilir industri otomotif listrik, infrastruktur berkelanjutan, serta teknologi kedirgantaraan.

Baca juga: Bapenda Kota Tangerang Perkuat ETPD Lewat Sosialisasi Pajak dan Retribusi Daerah

“Dewan Bisnis Indonesia–Prancis tidak boleh hanya sekadar menjadi wadah seremonial. Wadah ini harus bertindak sebagai mesin penggerak rill yang agresif dalam mempertemukan kepentingan korporasi kedua negara, mempercepat realisasi investasi komitmen, serta mendorong neraca perdagangan dua arah yang lebih seimbang dan bernilai tambah tinggi,” ungkap Rosan Roeslani, Sabtu (30/5/2026).

Rosan menambahkan, iklim investasi di Indonesia saat ini berada dalam kondisi yang sangat kondusif, ditopang oleh kepastian hukum, penyederhanaan birokrasi perizinan, serta pemberian berbagai insentif fiskal strategis bagi investor asing yang berkomitmen melakukan transfer teknologi dan pemberdayaan tenaga kerja lokal.

Pihak asosiasi bisnis Prancis (MEDIF International) menyambut positif penajaman fokus kerja sama ini dan menyatakan komitmennya untuk segera mengirimkan delegasi investasi lanjutan ke Jakarta guna menindaklanjuti proyek-proyek spesifik yang telah dibahas.

Baca juga: Rupiah Terperosok ke Rp 17.801 per Dolar AS, Sentimen Kebijakan Ekspor Danantara dan Arus Modal Keluar Jadi Pemicu Utama

Melalui optimalisasi peran Dewan Bisnis ini, pemerintah optimistis arus modal masuk (capital inflow) dari Prancis akan mengalami eskalasi signifikan pada kuartal mendatang. Sinergi yang kuat antara diplomasi pemerintah (G-to-G) dan pergerakan sektor swasta (B-to-B) diharapkan mampu memperkokoh struktur perekonomian nasional di tengah dinamika pasar global.(Yonex)

ARTIKEL TERKAIT

ARTIKEL TERBARU

Menu