JAKARTA, Jejak News— Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung bersama Wakil Gubernur Rano Karno angkat bicara guna meredam polemik digital terkait video viral seorang pengemudi ojek online (ojol) yang histeris hingga memanjat truk Dinas Perhubungan (Dishub) saat motornya diangkut petugas. Langkah taktis langsung diambil oleh jajaran Suku Dinas Perhubungan Jakarta Timur yang bergerak cepat mendatangi kediaman sang pengemudi untuk menyelesaikan kesalahpahaman secara persuasif.
Pramono Anung menegaskan bahwa insiden penertiban tersebut murni penegakan aturan terkait parkir liar di kawasan Jakarta Timur. Meski sempat memicu perdebatan di media sosial, sang pengemudi ojol kini telah mengakui kesalahannya dan menandatangani surat pernyataan atas pelanggaran ruang publik yang dilakukannya.
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menyatakan tidak antikritik terhadap fenomena “viral marketing” di media sosial. Wakil Gubernur Rano Karno menyebutkan bahwa platform digital seperti Instagram kini bertransformasi menjadi radar pemantau darurat bagi pemerintah untuk mendeteksi keluhan publik secara aktual.
Namun demikian, Pramono Anung memberikan catatan tebal kepada jajaran Dishub agar lebih mengedepankan komunikasi responsif di lapangan sebelum sebuah insiden telanjur membakar emisi netizen di ruang siber. Pemprov DKI juga menjamin transparansi penuh, di mana proses pengembalian motor ojol tersebut dipastikan bersih dari segala bentuk pungutan liar (pungli).
Kronologi Penegakan Perda: Antara Aturan dan Sesuap Nasi
Peristiwa yang memicu gelombang simpati publik ini bermula pada Rabu (17/6/2026), saat operasi gabungan penertiban parkir liar digelar berdasarkan Peraturan Daerah Nomor 5 Tahun 2014 tentang Transportasi. Berikut fakta-fakta penting di balik insiden tersebut:
-
- Pelanggaran Hak Pejalan Kaki: Petugas menindak lima unit sepeda motor yang kedapatan parkir di atas trotoar yang mengganggu arus lalu lintas, salah satunya milik pengemudi ojol bernama Sulis Agung Wibowo yang tengah mengambil pesanan makanan pelanggan.
- Aksi Histeris di Lapangan: Sulis yang panik kehilangan alat produksi utamanya sempat memohon-mohon kepada petugas dan nekat memanjat truk angkut jaring roda dua milik Dishub Jaktim guna meminta dispensasi.
- Islah dan Edukasi: Kepala Sudinhub Jakarta Timur, Harlem Simanjuntak, secara ksatria mendatangi rumah Sulis pada Sabtu (20/6/2026) untuk meluruskan narasi, menyampaikan permohonan maaf atas ketegangan yang terjadi, sekaligus memberikan edukasi terkait zona parkir yang aman bagi ojol.
“Ketika trotoar berubah menjadi medan pertempuran antara hukum yang kaku dan lambung yang kosong, kita melihat wajah birokrasi kita yang sering kali gagap membaca realitas. Motor ojol yang diangkut itu bukan sekadar tumpukan besi, melainkan urat nadi dari ekonomi kecil yang bergerak mengejar waktu. Penegakan hukum memang harus tegak, tetapi ia tak boleh buta terhadap kemanusiaan.
Respons cepat Pramono dan Rano mendatangi rumah pengemudi adalah pengakuan implisit bahwa keadilan tidak bisa ditegakkan hanya dengan mencabut pentil ban sepeda motor, melainkan dengan menanamkan kembali rasa keadilan di hati warga yang terpinggirkan.”
Reporter: Ananta fathur
Editor: Ismai saleh
Editor: Ismai saleh
Baca juga: KPK Tahan Wamen Silmy Karim Terkait Gurita Pungli Izin Tinggal WNA





