Buka Trade Expo Indonesia ke-41, Menko Bahlil Tegaskan Pasar Global Kini Utamakan Produk Hijau Berenergi Terbarukan

JEJAK-NEWS.COM-Menteri Koordinator Bidang Energi dan Sumber Daya Mineral (Menko ESDM) Bahlil Lahadalia mewakili Presiden Republik Indonesia secara resmi membuka gelaran Trade Expo Indonesia (TEI) ke-41 di ICE BSD City, Tangerang. Dalam kesempatan tersebut, Bahlil menegaskan bahwa dinamika persaingan produk di pasar internasional kini telah mengalami pergeseran fundamental, di mana pembeli global jauh lebih memprioritaskan barang yang dihasilkan dari proses ramah lingkungan (green industry) dan bersumber dari energi baru terbarukan (green energy).

Bahlil menyampaikan bahwa produk-produk hijau memiliki nilai tambah serta standar harga jual yang lebih tinggi di pasar global ketimbang produk yang masih mengandalkan proses manufaktur berbasis energi fosil. Pasokan energi yang bersih dan rendah emisi kini menjadi variabel penentu daya saing komoditas ekspor Indonesia untuk dapat menembus pasar-pasar utama di mancanegara.

Pemerintah terus memacu integrasi antara kebijakan hilirisasi industri nasional dengan ketersediaan energi bersih. Langkah ini ditujukan untuk memfasilitasi para investor dan pelaku usaha agar memindahkan serta memperluas basis produksi mereka di Indonesia, dengan jaminan kepastian regulasi serta dukungan pasokan energi terbarukan yang andal.

Baca juga: Akselerasi Program 3 Juta Rumah, Menteri PKP Bahas Roadmap 2025–2029 Bersama Bappenas

Sinergi antara hilirisasi komoditas dan pemanfaatan energi ramah lingkungan diharapkan mampu mentransformasi posisi Indonesia dari sekadar pemasok bahan mentah menjadi produsen barang bernilai tambah tinggi. Melalui pameran dagang TEI ke-41 ini, pemerintah optimistis produk-produk unggulan manufaktur nasional berbasis industri hijau akan semakin kompetitif dan memperkokoh posisi Indonesia dalam rantai pasok global.(Yusuf)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

ARTIKEL TERKAIT

ARTIKEL TERBARU

Menu