JEJAK-NEWS.COM-Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Sugiono menginstruksikan percepatan pelaksanaan program rehabilitasi dan rekonstruksi (rehab-rekon) wilayah terdampak bencana di kawasan Aceh dan Sumatra. Selain pemulihan pascabencana, pemerintah juga mengintensifkan langkah-langkah pencegahan serta penanganan darurat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) secara lintas sektor.
Menko PMK menekankan bahwa percepatan rehab-rekon merupakan prioritas utama guna memulihkan fungsi fasilitas publik, hunian warga, dan sarana perekonomian daerah yang rusak akibat bencana. Sinergi antara Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Kementerian Pekerjaan Umum, serta pemerintah daerah terus dipererat agar alokasi bantuan perbaikan dan pembangunan infrastruktur dasar dapat terealisasi secara efisien dan tepat sasaran.
Terkait ancaman karhutla, pemerintah pusat mengordinasikan kesiapsiagaan personel pemadam darat dan pemantauan titik panas (hotspot) melalui pemanfaatan teknologi modifikasi cuaca (TMC) serta penguatan partisipasi masyarakat lokal. Pendekatan terpadu ini ditujukan untuk mengantisipasi risiko perluasan area terbakar serta menekan dampak polusi asap terhadap kesehatan masyarakat.
Pemerintah optimistis bahwa melalui pengawasan terpadu, pemangkasan kendala birokrasi, dan kesiapsiagaan lintas instansi, tahapan pemulihan wilayah terdampak bencana di Sumatra dapat berjalan lebih cepat sekaligus meminimalkan potensi risiko bencana ekologis karhutla di masa mendatang.(Yusuf)





