JN-Kementerian Pariwisata (Kemenpar) Republik Indonesia menggelar Dialog Strategis Nasional dengan melibatkan seluruh unsur pemangku kepentingan dalam ekosistem Pentahelix. Langkah koordinatif ini diambil guna mengakselerasi implementasi lima program unggulan kementerian yang diproyeksikan menjadi motor penggerak kebangkitan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif nasional secara holistik.
Model kolaborasi Pentahelix yang menyatukan lima pilar utama—yaitu Pemerintah, Akademisi, Pelaku Usaha (Industri), Komunitas, dan Media Massa—dinilai sebagai kunci krusial untuk menciptakan sinergi kebijakan yang adaptif dan tepat sasaran di lapangan.
Melalui forum dialog ini, Kemenpar membuka ruang diskusi interaktif guna menyelaraskan persepsi, mengevaluasi tantangan teknis, serta menyerap masukan strategis dari masing-masing pilar demi memastikan lima program unggulan dapat dieksekusi secara cepat, transparan, dan berkelanjutan.
Baca juga: Wamenpar Ni Luh Puspa Perkuat Standar Keselamatan dan Konektivitas Bahari di DXI 2026
“Akselerasi lima program unggulan pariwisata tidak bisa dijalankan secara parsial oleh pemerintah saja. Kita membutuhkan daya dorong kolektif melalui pendekatan Pentahelix. Sinergi ini penting agar setiap kebijakan yang dilahirkan memiliki dampak ekonomi yang nyata, inklusif, serta mampu membuka lapangan kerja seluas-luasnya di berbagai daerah,” ungkap perwakilan Kemenpar dalam siaran persnya, Senin (25/5/2026).
Adapun lima program unggulan yang menjadi fokus akselerasi Kemenpar meliputi pengembangan destinasi wisata super prioritas, penguatan digitalisasi ekosistem pariwisata (e-tourism), peningkatan standar sertifikasi kompetensi SDM pariwisata, promosi pariwisata berbasis kebudayaan dan alam (green tourism), serta fasilitasi akses permodalan bagi pelaku ekonomi kreatif di tingkat desa wisata.
Para peserta dari unsur akademisi dan industri yang hadir dalam dialog tersebut menyambut baik inisiatif Kemenpar. Mereka menilai keterlibatan aktif lintas sektor sejak tahapan perencanaan akan meminimalkan hambatan regulasi dan mempercepat proses penyerapan investasi di sektor pariwisata.
Baca juga: Bus Jawara Kota Tangerang Hadirkan Pengalaman 'Hop-On Hop-Off' Gratis Pertama di Banten
Melalui dialog strategis ini, Kemenpar berkomitmen untuk menyusun peta jalan (roadmap) aksi bersama yang terukur. Hasil rumusan dari forum ini nantinya akan dijadikan acuan baku dalam pengawasan program berkala, sehingga target kunjungan wisatawan dan kontribusi sektor pariwisata terhadap PDB nasional dapat tercapai secara optimal.(Yonex)





