Pemerintah Kota Tangerang terus memperkuat daya tarik wisata perkotaan melalui operasional Bus Jawara. Mengusung konsep hop-on hop-off tanpa biaya, layanan ini menjadi satu-satunya moda transportasi wisata terbuka di Provinsi Banten yang menghubungkan berbagai ikon sejarah dan taman tematik kota.
TANGERANG, Jejak News – Sebagai manifestasi nyata dalam menghadirkan ruang publik yang aksesibel dan rekreatif, Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang melalui Dinas Perhubungan (Dishub) konsisten mengoperasikan armada wisata unggulan, Bus Jawara (Jalan-Jalan Wisata Rakyat). Layanan ini dirancang khusus untuk memfasilitasi warga dan pelancong mengeksplorasi estetika kota tanpa beban biaya sepeser pun.
Kepala Dinas Perhubungan Kota Tangerang, Achmad Suhaely, menegaskan bahwa Bus Jawara bukan sekadar moda transportasi, melainkan pionir layanan wisata hop-on hop-off pertama dan satu-satunya di Provinsi Banten sejak diluncurkan pada 2019. Strategi ini diambil untuk menghidupkan kembali denyut pariwisata urban yang modern namun tetap humanis.
“Kami menyediakan enam unit armada dengan desain unik yang terbagi dalam dua zona kabin. Penumpang dapat memilih kenyamanan kabin berpendingin udara di bagian depan, atau menikmati semilir angin di dek terbuka bagian belakang untuk pengalaman visual yang lebih dekat dengan ikon-ikon Kota Tangerang,” papar Suhaely.
Rute Ikonik Sepanjang 13,4 Kilometer
Bus Jawara menempuh perjalanan melingkar yang strategis, menghubungkan titik-titik bersejarah dan ruang terbuka hijau. Dimulai dari Taman Elektrik (Kawasan Puspem), wisatawan akan dibawa melintasi Taman Burung, Kawasan Kuliner Laksa yang legendaris, Taman Potret, hingga melintasi Jembatan Berendeng yang ikonik dan Kampung Bekelir yang penuh warna.
Bus Jawara menempuh perjalanan melingkar yang strategis, menghubungkan titik-titik bersejarah dan ruang terbuka hijau. Dimulai dari Taman Elektrik (Kawasan Puspem), wisatawan akan dibawa melintasi Taman Burung, Kawasan Kuliner Laksa yang legendaris, Taman Potret, hingga melintasi Jembatan Berendeng yang ikonik dan Kampung Bekelir yang penuh warna.
Secara intelektual, pengelolaan Bus Jawara juga telah mengadopsi digitalisasi layanan. Sementara penumpang perorangan dapat langsung naik di titik pemberhentian pada sore hari, kelompok rombongan (30-40 orang) diarahkan untuk melakukan reservasi melalui aplikasi Abang Jawara yang terintegrasi dalam platform Tangerang LIVE.
Inisiatif ini sejalan dengan visi Kota Tangerang dalam membangun infrastruktur pariwisata berkelanjutan yang mengedepankan aspek kebahagiaan warga sekaligus meningkatkan daya saing kota di kancah regional maupun nasional.
Dengan kehadiran Bus Jawara, Pemkot Tangerang membuktikan bahwa inovasi transportasi dapat menjadi katalisator bagi tumbuhnya sektor pariwisata lokal yang inklusif, edukatif, dan menyenangkan bagi seluruh lapisan masyarakat.
Pewarta: Juli Rahmawati, | Editor: Suwarman





