JEJAK-NEWS.COM-Menteri Kehutanan (Menhut) mengungkapkan penurunan signifikan jumlah titik panas (hotspot) dalam penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Provinsi Sumatera Selatan yang kini tercatat tersisa 93 titik. Penurunan drastis ini merupakan hasil kerja keras dan koordinasi intensif lintas sektor antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, TNI, Polri, Manggala Agni, serta masyarakat peduli api di lapangan.
Di sela kunjungan kerjanya, Menhut juga memastikan bahwa penyaluran Bantuan Presiden (Banpres) bagi penanggulangan karhutla serta dukungan bagi warga dan petugas di Sumatera Selatan telah tersalurkan secara tepat sasaran. Bantuan logistik, peralatan pemadaman modern, serta dukungan operasional posko darurat dipastikan menjangkau titik-titik rawan secara transparan dan akuntabel.
Pemerintah menegaskan komitmennya untuk terus siaga menghadapi potensi ancaman karhutla, khususnya di wilayah-wilayah rawan gambut selama musim kemarau. Operasi pemadaman darat dan udara (water bombing) terus dioptimalkan guna memadamkan sisa-sisa titik api sebelum meluas dan memicu kabut asap yang dapat mengganggu kesehatan masyarakat serta aktivitas penerbangan.
Baca juga: Sentuh Nurani Umat, KLH dan MUI Dorong Gerakan Tobat Ekologis sebagai Solusi Atasi Kedaruratan Alam
Menhut mengapresiasi kedisiplinan para pelaku usaha perkebunan serta kesadaran masyarakat lokal yang semakin tinggi dalam mencegah pembukaan lahan dengan cara membakar. Sinergi pengawasan ketat dan penegakan hukum yang tegas diharapkan mampu menjaga kelestarian ekosistem hutan serta membebaskan wilayah Sumatera Selatan dari ancaman darurat karhutla secara permanen.(Yusuf)





