JAKARTA, JEJAKNEWS.COM -Peringatan dari ujung dunia kembali datang. Penelitian terbaru yang diterbitkan dalam jurnal *Nature Communications pada 12 Oktober 2026* menemukan, pencairan Gletser Thwaites di Antarktika Barat berpotensi menyumbang kenaikan permukaan laut global lebih besar dari perkiraan sebelumnya.
Berdasarkan pemodelan baru, gletser yang dijuluki *Doomsday Glacier* atau gletser kiamat itu dapat menyumbang kenaikan hingga *sekitar 30 milimeter pada tahun 2100, dengan ketidakpastian sekitar 6 milimeter.* Angka itu *sekitar dua kali lipat rata-rata proyeksi sebelumnya* dalam skenario iklim yang digunakan peneliti sebagai pembanding.
Temuan ini menyoroti satu titik kritis yang selama ini kurang detail diperhitungkan: proses pencairan di bagian dasar gletser yang bersentuhan dengan laut.
Mengapa Thwaites Sangat Mengkhawatirkan?
Gletser Thwaites terletak di Antarktika Barat dan menjadi salah satu sumber utama kehilangan massa es. Julukan kiamat muncul bukan karena sensasi, tapi karena data.
Ada tiga mekanisme yang menjadi perhatian peneliti:
Baca juga: Awak Misi SpaceX Crew-13 Tiba di Florida Bersiap Meluncur ke ISS
1. Pencairan dari bawah:* Air laut yang relatif hangat menyusup dan mencairkan bagian bawah es yang mengapung, mendorong gletser mundur ke daratan.
2. Pelepasan dari dasar laut:* Bagian gletser yang masih bertumpu pada punggung dasar laut (seabed ridge) berfungsi sebagai rem. Jika terlepas, laju kemunduran akan meningkat signifikan.
3. Dampak terhadap volume laut: Es yang berada di daratan dan mengalir ke laut menambah volume air laut ketika mencair.
Peneliti menekankan, proses di *zona pertemuan es, dasar laut, dan air laut (grounding zone)* yang lebarnya dapat mencapai beberapa kilometer, tempat air laut masuk dan mempercepat pencairan, harus diperhitungkan lebih rinci dalam model prediksi.
Reporter: Arumka| Editor: Ismail Saleh





