JEJAK-NEWS.COM-Pemerintah Indonesia bersama Pemerintah Kerajaan Norwegia kembali resmi meluncurkan Layanan Dana Masyarakat untuk mendukung pencapaian Indonesia’s FOLU Net Sink 2030 Periode Kelima. Peluncuran skema pendanaan lingkungan ini dirangkaikan dengan penandatanganan Nota Kesepakatan Penyerapan (Offtaker) Hasil Agroforestri yang difasilitasi oleh Badan Pengelola Dana Lingkungan Hidup (BPDLH).
Inisiatif kolaboratif ini merupakan wujud komitmen berkelanjutan dalam kerangka pembiayaan iklim berbasis kontribusi yang diakui secara internasional. Melalui penyaluran dana masyarakat periode kelima ini, dukungan finansial diarahkan untuk memperkuat aksi mitigasi penurunan emisi gas rumah kaca di sektor kehutanan dan penggunaan lahan lainnya, dengan penekanan pada pemberdayaan ekonomi masyarakat di sekitar kawasan hutan.
Penandatanganan Nota Kesepakatan Offtaker oleh BPDLH menjadi langkah strategis untuk menjamin kepastian pasar dan harga bagi produk-produk hasil agroforestri yang dihasilkan oleh kelompok tani hutan. Langkah ini diharapkan mampu mendorong skema pengelolaan hutan berkelanjutan sekaligus meningkatkan taraf kesejahteraan masyarakat melalui integrasi kegiatan konservasi dan pengembangan ekonomi lokal.
Baca juga: Antisipasi Kebakaran di 43 TPA, Wamen LH Tekankan Pentingnya Pemilahan Sampah dari Sumbernya
Pemerintah optimistis bahwa keberlanjutan kemitraan strategis antara Indonesia dan Norwegia yang ditopang oleh tata kelola dana lingkungan yang transparan dan akuntabel di BPDLH ini akan mempercepat pencapaian target netralitas karbon sektor FOLU pada tahun 2030 sekaligus memperkokoh kepemimpinan Indonesia dalam aksi iklim global.(Yusuf)





