JEJAK-NEWS.COM-Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) memperkuat komitmen penanggulangan penyakit hewan menular strategis melalui koordinasi lintas sektor yang masif. Langkah strategis ini mengemuka dalam rangkaian Puncak Peringatan World Rabies Day (WRD) atau Hari Rabies Sedunia 2026 yang digelar untuk meningkatkan kesadaran publik serta mengoptimalkan langkah eliminasi rabies di Indonesia.
Dalam sambutannya, perwakilan Kemenko PMK menekankan bahwa penanganan rabies tidak bisa hanya dibebankan kepada satu instansi saja. Pendekatan terpadu One Health—yang mengintegrasikan kesehatan manusia, kesehatan hewan, dan kesehatan lingkungan—menjadi kunci utama agar target Indonesia bebas rabies dapat tercapai secara berkelanjutan.
“Kasus rabies merupakan ancaman nyata bagi keselamatan masyarakat. Oleh karena itu, kolaborasi erat antara kementerian/lembaga, pemerintah daerah, asosiasi profesi, serta masyarakat mutlak diperlukan untuk mempercepat vaksinasi hewan dan penanganan cepat gigitan hewan penular rabies,” ujar pejabat Kemenko PMK.
Baca juga: Gempur Sarang Nyamuk di Bundaran HI: PMI dan Dinkes DKI Targetkan Nol Kasus Kematian DBD pada 2030
Peringatan Hari Rabies Sedunia tahun ini diisi dengan berbagai kegiatan nyata, mulai dari pelayanan vaksinasi hewan gratis massal, edukasi kesadaran masyarakat di daerah endemis, hingga penguatan fasilitas pusat kesehatan hewan dan ketersediaan Vaksin Anti Rabies (VAR) bagi manusia. Pemerintah daerah didorong untuk lebih proaktif mengalokasikan sumber daya guna mengendalikan populasi hewan penular seperti anjing, kucing, dan kera.
Melalui momentum puncak peringatan ini, pemerintah mengajak seluruh elemen masyarakat untuk berperan aktif sebagai garda terdepan. Pemelihara hewan diimbau agar senantiasa bertanggung jawab dengan memastikan hewan peliharaan mereka mendapatkan vaksinasi rutin serta mematuhi protokol keselamatan demi mewujudkan Indonesia yang sehat dan bebas dari ancaman rabies.(Yusuf)
Baca juga: Transformasi Layanan Kesehatan: Tulungagung Jadi Pilot Project Uji Coba Reformasi JKN Kemenkes





