Gempur Sarang Nyamuk di Bundaran HI: PMI dan Dinkes DKI Targetkan Nol Kasus Kematian DBD pada 2030

Petugas PMI DKI Jakarta bersama kader Jumantik sedang memberikan edukasi gerakan PSN 3M Plus kepada warga di kawasan Bundaran HI Jakarta saat HBKB.
PMI bersama Dinkes DKI Jakarta mengampanyekan gerakan Satu Rumah Satu Jumantik di Bundaran HI demi mewujudkan target eliminasi total kematian DBD pada tahun 2030.
JAKARTA— JEJAK-NEWS.COM, Ruang publik Hari Bebas Kendaraan Bermotor (HBKB) di kawasan Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta Pusat, berubah menjadi episentrum gerakan kesehatan massal. Palang Merah Indonesia (PMI) Provinsi DKI Jakarta bersama Dinas Kesehatan DKI Jakarta menggelar kampanye masif pencegahan penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) demi memutus rantai penularan virus yang dibawa oleh nyamuk Aedes aegypti.
Mengusung jargon progresif “Jaga Jakarta: Satu Rumah, Satu Jumantik, Zero Jentik”, aksi kolaboratif pada Minggu (27/9/2026) ini disokong penuh oleh korporasi strategis seperti Takeda, Enesis, Pertamina, dan Ekobisnis.com guna mengedukasi warga ibu kota mengenai urgensi perilaku hidup bersih dan sehat.
Ketua PMI Provinsi DKI Jakarta, Beky Mardani, menegaskan bahwa jantung dari pertahanan melawan dengue berada di tingkat domestik atau rumah tangga. Melalui skema Satu Rumah Satu Jumantik, setiap kepala keluarga diwajibkan mendelegasikan satu anggotanya untuk menjadi juru pemantau jentik mandiri secara berkala.
“PSN 3M Plus perlu dilakukan secara rutin, minimal satu kali dalam seminggu. Upaya ini tidak hanya menjadi tanggung jawab setiap keluarga di rumah, tetapi juga di sekolah, perkantoran, dan tempat-tempat umum,” urai Beky di sela-sela kegiatan fun walk interaktif dan pemeriksaan kesehatan gratis bagi komunitas HBKB.
Masyarakat disosialisasikan secara interaktif untuk menerapkan prinsip komprehensif:
    • Menguras & Menutup: Pembersihan intensif serta penutupan rapat pada tong atau wadah penampungan air bersih.
    • Mendaur Ulang: Memanfaatkan kembali barang-barang bekas bernilai ekonomis yang berpotensi menampung air hujan.
    • Langkah Plus: Penggunaan losion antinyamuk, pemasangan kelambu kamar tidur, hingga penanaman vegetasi pengusir nyamuk di pekarangan.

Beky menguraikan bahwa kampanye ini merupakan kepanjangan tangan dari Mosquito-Borne Disease Prevention Program (MDPP) yang secara akumulatif telah berhasil mengintervensi dan menjangkau 178.358 jiwa penduduk di area Jakarta Timur dan Jakarta Selatan.
DBD hingga saat ini masih memegang status sebagai salah satu penyakit endemis perkotaan yang memiliki tingkat fatalitas risiko tinggi. Kepala Seksi Pengendalian Penyakit Menular dan Tidak Menular Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta, Arif Syaiful Haq, menyatakan bahwa mutasi penularan hanya bisa dihancurkan melalui penetrasi taktis lintas sektoral.
Dinkes DKI Jakarta secara berani mematok tenggat waktu penuntasan ancaman kesehatan ini dalam kurun waktu empat tahun ke depan.
“Pemerintah menargetkan eliminasi total kasus kematian akibat demam berdarah di wilayah DKI Jakarta pada tahun 2030 mendatang. Target kami jelas: tidak boleh ada lagi warga DKI Jakarta yang kehilangan nyawa akibat gigitan nyamuk Aedes aegypti,” tegas Arif Syaiful Haq menyuarakan komitmen mitigasi pemerintah.
Reporter:  Yayo Suparjo| Editor: Ismail Saleh, Faisal, ARMY

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

ARTIKEL TERKAIT

ARTIKEL TERBARU

Menu