JEJAK-NEWS.COM-Kementerian Keuangan dan Bank Indonesia (BI) kembali menegaskan komitmen kuatnya dalam mempererat koordinasi dan sinergi kebijakan fiskal serta moneter. Langkah strategis ini diambil guna menghadapi dinamika perekonomian global yang terus berubah, sekaligus memastikan stabilitas makroekonomi tetap terjaga dan momentum pertumbuhan ekonomi nasional terus berlanjut.
Dalam siaran pers bersama, kedua institusi otoritas ekonomi utama negara ini sepakat bahwa bauran kebijakan (policy mix) yang konsisten menjadi kunci utama untuk meredam tekanan eksternal, mengendalikan laju inflasi dalam sasaran yang ditetapkan, serta menjaga daya beli masyarakat. Kolaborasi erat antara Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) yang sehat dan kredibel serta kebijakan moneter yang pruden diyakini mampu menciptakan iklim ekonomi yang kondusif bagi dunia usaha dan investor.
Pemerintah melalui Kementerian Keuangan akan terus mengoptimalkan instrumen fiskal secara antisipatif dan terarah untuk mendukung sektor-sektor prioritas, mempercepat transformasi struktural, serta memperkuat perlindungan sosial bagi masyarakat rentan. Di sisi lain, Bank Indonesia akan terus mengarahkan kebijakan moneter untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah dan kecukupan likuiditas perekonomian nasional tanpa mengabaikan dukungan terhadap pembiayaan pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.
Baca juga: Kawal Anggaran Transparan: Menteri Keuangan Bersama Komisi XI DPR Resmi Ketok Palu RKA Kemenkeu 2027
Sinergi kebijakan ini juga mencakup penguatan koordinasi dalam bidang digitalisasi sistem pembayaran, pendalaman pasar keuangan, serta pengendalian inflasi pangan melalui Tim Pengendalian Inflasi Pusat dan Daerah (TPIP-TPID). Melalui langkah kolaboratif yang solid ini, Kementerian Keuangan dan Bank Indonesia optimistis ketahanan ekonomi Indonesia akan semakin kokoh dalam menghadapi berbagai ketidakpastian global di masa mendatang.(Yusuf)





