JEJAK-NEWS.COM-Menteri Haji dan Umrah (Menhaj) Republik Indonesia secara aktif mendorong penguatan kerja sama bilateral dengan Republik Uzbekistan, khususnya dalam bidang pengembangan wisata religi, peningkatan konektivitas, serta penguatan ikatan peradaban Islam. Langkah strategis ini dinilai penting untuk merajut kembali sejarah panjang interaksi kedua bangsa yang telah terjalin erat sejak masa lampau.
Dalam rangkaian kunjungan kerjanya yang bertempat di Samarkand, Uzbekistan, Menhaj melaksanakan pertemuan penting dengan Gubernur Samarkand Adiz Boboev. Pembahasan utama dalam forum tersebut berfokus pada peluang pembukaan rute penerbangan langsung (direct flight) antara Indonesia dan Uzbekistan. Konektivitas udara ini diyakini mampu mendongkrak mobilitas wisatawan kedua negara secara signifikan, sekaligus memperluas opsi destinasi bagi jemaah umrah asal Indonesia yang ingin mengeksplorasi jejak sejarah keislaman di Asia Tengah. Kota Samarkand sendiri dikenal memiliki daya tarik luar biasa karena menyimpan berbagai situs penting peradaban Islam serta makam ulama besar dunia seperti Imam Bukhari.
Menhaj menegaskan bahwa hubungan emosional dan kultural antara Indonesia dan Uzbekistan sudah terbangun jauh sebelum kedua negara merdeka, salah satunya ditandai oleh kontribusi besar para ulama Asia Tengah dalam penyebaran ajaran Islam di Nusantara. Kendati demikian, teknis operasional terkait pengembangan paket perjalanan dan rute wisata religi ini nantinya akan disinergikan lebih lanjut dengan para pelaku industri swasta melalui Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU). Momentum diplomasi ini juga bertepatan dengan peringatan 70 tahun lawatan historis Presiden pertama RI, Soekarno, ke Uzbekistan pada tahun 1956 silam, sehingga diharapkan mampu membuka babak baru kerja sama konkret yang saling menguntungkan di sektor keagamaan, pariwisata, dan pertukaran budaya.(Yusuf)





