Presiden Prabowo Kantongi Kartanu, Komitmen Kuatkan Gotong Royong Demi Kesejahteraan Rakyat

JEJAK-NEWS.COM-Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menerima Kartu Tanda Anggota Nahdlatul Ulama (Kartanu) sebagai simbol keterikatannya yang erat dengan kalangan Nahdliyin. Penyerahan kartu keanggotaan tersebut dilangsungkan dalam sebuah kesempatan penting yang dihadiri oleh jajaran pengurus pusat organisasi Islam terbesar di Indonesia tersebut di Istana Kepresidenan.

Dalam sambutannya usai menerima Kartanu, Presiden Prabowo menegaskan komitmen penuh pemerintah untuk terus mengedepankan prinsip gotong royong bersama seluruh elemen bangsa, termasuk para ulama dan santri. Kepala Negara menilai bahwa sinergi antara umara dan ulama merupakan fondasi yang sangat krusial dalam menjaga stabilitas nasional serta mempercepat pemerataan kesejahteraan bagi seluruh rakyat Indonesia.

“Semangat gotong royong yang diwariskan para pendiri bangsa harus terus kita rawat. Pemerintah tidak bisa bekerja sendiri tanpa dukungan penuh dari masyarakat luas, dan Nahdlatul Ulama selalu berada di garis depan dalam merawat persatuan serta kebangsaan,” ujar Presiden Prabowo di hadapan para tokoh NU.

Baca juga: Mengurai Kemiskinan Strukturis dan Kemandirian Umat di Muktamar ke-35 NU

Penerimaan Kartanu ini juga disambut hangat oleh jajaran pengurus besar NU yang hadir. Mereka mengapresiasi keterbukaan dan perhatian Presiden terhadap program-program pemberdayaan umat, pendidikan pesantren, serta penguatan ekonomi kerakyatan yang selama ini menjadi fokus perjuangan kaum Nahdliyin di berbagai penjuru tanah air.

Kolaborasi strategis antara pemerintah dan organisasi kemasyarakatan keagamaan diharapkan mampu menjawab berbagai tantangan global dan domestik, mulai dari pengentasan kemiskinan, peningkatan kualitas SDM, hingga penguatan ketahanan nasional berbasis nilai-nilai keislaman yang moderat dan toleran.

Presiden Prabowo menutup pertemuannya dengan mengajak seluruh kader NU untuk terus bersama-sama menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dan bahu-membahu membawa bangsa Indonesia menuju kemandirian yang berkeadilan sosial.(Yusuf)

Baca juga: Di Muktamar NU, Presiden Prabowo Sebut Strategi Transformasi Bangsa Angkat Rakyat Keluar dari Kemiskinan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

ARTIKEL TERKAIT

ARTIKEL TERBARU

Menu