Ekonomi Pancasila Jadi Haluan: Presiden Prabowo Tegaskan Fondasi Pembangunan Nasional yang Adil dan Sejahtera

JN-Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, menegaskan kembali bahwa arah haluan pembangunan ekonomi nasional wajib berlandaskan pada ideologi Pancasila. Kepala Negara menyatakan secara konsisten bahwa transformasi ekonomi yang holistik dari hulu ke hilir tidak boleh berkiblat pada sistem kapitalisme absolut, melainkan harus tegak lurus pada asas keadilan sosial demi mewujudkan masyarakat yang adiri, makmur, dan sejahtera secara merata.

Dalam berbagai arahannya, Presiden Prabowo menjelaskan bahwa menjadikan Pancasila sebagai fondasi pembangunan berarti menuntut adanya perbaikan sistem ekonomi ke arah yang lebih humanis, egaliter, dan inklusif. Pemerintah berkomitmen penuh untuk mengikis ketimpangan sosial dengan menghadirkan kebijakan nyata yang berpihak pada penguatan ekonomi rakyat arus bawah, seperti mengoptimalkan peran koperasi pedesaan, melindungi pekerja informal, serta membuka akses permodalan yang luas bagi pelaku UMKM domestik untuk memotong mata rantai monopoli.

Implementasi dari visi Ekonomi Pancasila ini diejawantahkan secara konkret oleh Kabinet Merah Putih melalui integrasi berbagai program prioritas nasional. Langkah tersebut mencakup jaminan pemenuhan hak-hak dasar rakyat, mulai dari pemenuhan gizi anak sekolah lewat program Makan Bergizi Gratis (MBG), penyediaan akses pendidikan gratis melalui pembangunan Sekolah Rakyat, hingga pemenuhan infrastruktur sanitasi dan layanan air bersih di tingkat tapak guna meningkatkan produktivitas masyarakat prasejahtera.

Baca juga: Dongkrak Wisman Border Tourism, Kemenpar Gelar Famtrip untuk Penetrasi Pasar Malaysia ke Kepri

“Kita sedang berjalan melakukan transformasi bangsa yang besar, dan Pancasila adalah kompas sekaligus fondasi kita untuk berdiri di atas kaki sendiri. Kita harus memastikan bahwa seluruh potensi bumi, air, dan kekayaan alam Nusantara dikelola secara mandiri demi kemaslahatan murni seluruh rakyat. Pertumbuhan ekonomi nasional harus berjalan selaras dengan pemerataan sejati agar tercipta Indonesia yang berdaulat, adil, dan berwibawa,” tegas Presiden Prabowo Subianto.(Yonex)

ARTIKEL TERKAIT

ARTIKEL TERBARU

Menu