Perkuat TKDN, Kemenperin Integrasikan IKM Komponen ke Rantai Pasok Kendaraan Listrik Nasional

JN-Kementerian Perindustrian (Kemenperin) Republik Indonesia terus melakukan langkah strategis untuk memperkuat ekosistem kendaraan bermotor listrik berbasis baterai (electric vehicle/EV) di dalam negeri. Langkah konkret yang diambil adalah dengan melibatkan dan mengintegrasikan para pelaku Industri Kecil dan Menengah (IKM) produsen komponen otomotif ke dalam rantai pasok utama (supply chain) pabrikan kendaraan listrik nasional.

Upaya ini diorientasikan untuk meningkatkan nilai Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN), sekaligus memastikan bahwa struktur industri manufaktur hilir yang sedang berkembang pesat ini dapat memberikan dampak ekonomi yang inklusif bagi pelaku usaha domestik.

Guna memenuhi standar kualitas ketat yang dibutuhkan oleh industri EV global, Kemenperin melalui Direktorat Jenderal Industri Kecil, Menengah, dan Aneka (IKMA) aktif memfasilitasi program pendampingan teknis, modernisasi mesin produksi, serta pemenuhan sertifikasi standardisasi internasional. Langkah taktis ini diambil agar komponen yang diproduksi oleh IKM—mulai dari komponen presisi, kabel kelistrikan, hingga kompartemen interior—memiliki presisi tingggi dan daya saing yang setara dengan produk impor.

Baca juga: Presiden Prabowo Tahan Harga BBM Subsidi, Sektor Industri Manufaktur Sukses Jaga Tren Positif

“Keterlibatan IKM dalam ekosistem kendaraan listrik adalah keharusan untuk membangun struktur industri yang kuat dan mandiri. Kita tidak ingin IKM kita hanya menjadi penonton dalam tren pergeseran teknologi hijau ini. Melalui program kemitraan (linkage), kami menjembatani pelaku IKM agar dapat langsung memasok kebutuhan tier-1 dan tier-2 dari pabrikan besar EV,” ungkap perwakilan Kemenperin, Kamis (28/5/2026).

Selain memberikan pembinaan teknis, Kemenperin juga mempererat sinergi dengan kementerian/lembaga terkait serta lembaga pembiayaan untuk mempermudah akses permodalan bagi IKM yang ingin melakukan melakukan upgrading teknologi produksi ramah lingkungan.

Kebijakan integrasi ini disambut positif oleh asosiasi pelaku industri otomotif. Pelibatan IKM dinilai dapat memangkas jalur logistik pengadaan komponen pabrikan besar, sehingga mampu meningkatkan efisiensi biaya produksi kendaraan listrik di Indonesia.

Baca juga: Menteri Dody Dorong Program Padat Karya Tunai Guna Percepat Pemulihan Infrastruktur Aceh Tamiang

Melalui konsistensi pelibatan IKM komponen ke dalam rantai pasok kendaraan listrik ini, Kementerian Perindustrian optimistis target penguatan substitusi impor dan penciptaan lapangan kerja baru yang berkualitas tinggi di sektor industri hijau dapat segera terealisasi, sekaligus memantapkan posisi Indonesia sebagai hub utama manufaktur EV di kawasan Asia Tenggara.(Yonex)

ARTIKEL TERKAIT

ARTIKEL TERBARU

Menu