JN-Menteri Kehutanan (Menhut) RI menyatakan komitmennya untuk mendorong produk-produk kehutanan berkelanjutan asal Indonesia agar dapat berkembang pesat di pasar Amerika Serikat (AS). Langkah ini merupakan bagian dari strategi penguatan ekonomi hijau nasional dengan mengedepankan aspek kelestarian lingkungan sebagai nilai jual utama di kancah internasional.
Menteri Kehutanan menekankan bahwa Indonesia memiliki potensi besar dalam menyediakan produk kayu dan non-kayu yang telah memenuhi standar sertifikasi internasional. Pasar Amerika Serikat dinilai sebagai mitra strategis karena memiliki permintaan yang tinggi terhadap produk ramah lingkungan yang diproses melalui tata kelola hutan yang bertanggung jawab (sustainable forest management).
Pemerintah terus berupaya memfasilitasi para pelaku usaha kehutanan, termasuk sektor UMKM, untuk mendapatkan akses pasar yang lebih luas di AS. Selain itu, penguatan regulasi melalui Sistem Verifikasi Legalitas dan Kelestarian (SVLK) menjadi senjata utama Indonesia dalam menjamin bahwa setiap produk yang diekspor memiliki rekam jejak lingkungan yang bersih dan dapat dipertanggungjawabkan.
Melalui promosi yang intensif dan peningkatan standar kualitas, produk kehutanan Indonesia diharapkan tidak hanya sekadar menjadi komoditas, tetapi juga merepresentasikan komitmen bangsa dalam menjaga paru-paru dunia. Sinergi antara pemerintah dan sektor swasta diharapkan mampu meningkatkan nilai ekspor sekaligus memberikan dampak ekonomi positif bagi masyarakat di sekitar kawasan hutan.(Yonex)





