Sindikat Internasional Kargo Soetta Jarah Tas Miliaran, Dijual Recehan

Jajaran kepolisian Polresta Bandara Soekarno-Hatta saat rilis kasus pencurian kargo oleh oknum internal di area logistik bandara udara internasional.
Polisi mengamankan barang bukti berupa karton logistik dan dokumen pengiriman ekspor tas mewah yang disabotase di kargo Bandara Soekarno-Hatta.
Satreskrim Polresta Bandara Soekarno-Hatta meringkus sindikat pencurian tas mewah merek Lululemon senilai lebih dari Rp1 miliar yang melibatkan oknum petugas kargo internal. Tiga tersangka berinisial R, A, dan F diamankan di Karawaci pada 29 April 2026 atas tuduhan pencurian dan penadahan barang ekspor PT Pungkook Indonesia One sejak 2024.

TANGERANG, BANTENJejak News,  Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polresta Bandara Soekarno-Hatta berhasil membongkar praktik kejahatan struktural komplotan “orang dalam” yang secara sistematis menjarah barang komoditas ekspor premium. Tiga oknum petugas operasional kargo udara diringkus setelah terbukti menjadi dalang di balik hilangnya ribuan tas premium merek Lululemon milik eksportir PT Pungkook Indonesia One. Modus operandi yang rapi dan berlangsung selama hampir dua tahun ini memaksa korban menelan kerugian akumulatif fantastis, menembus angka Rp1 Miliar.
Kapolres Bandara Soekarno-Hatta, Kombes Wisnu Wardana, memaparkan bahwa gerbong kejahatan ini dipimpin oleh tersangka berinisial R alias K yang menjabat sebagai tim staf operasional kargo, dibantu oleh A dan F. Penangkapan para tersangka dilakukan pada Rabu, 29 April 2026 dini hari, menyusul laporan resmi korban.
Kronologi terungkap saat 108 tas mewah dari total 4.749 unit yang dikirim PT Pungkook Indonesia One menuju Shanghai, China, hilang pada periode April 2026. Tersangka F menyalahgunakan otoritas untuk menyisihkan 40 karton dari jalur pemeriksaan X-Ray. Ironisnya, barang jarahan tersebut dijual instan kepada penadah dengan harga Rp300.000 per buah, jauh di bawah harga aslinya. Para tersangka dijerat dengan Pasal 477 KUHP dengan ancaman hukuman penjara.
Pewarta: Limbong | Editor: Ismail Saleh

ARTIKEL TERKAIT

ARTIKEL TERBARU

Menu