JN-Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menko Polkam) memberikan pengarahan strategis kepada para taruna dan taruni di Akademi Kepolisian (Akpol), Semarang. Dalam pembekalan tersebut, Menko Polkam menekankan bahwa tantangan Polri di masa depan bukan hanya soal penegakan hukum, melainkan bagaimana membangun kepercayaan publik agar Polri menjadi institusi yang benar-benar dicintai dan diandalkan oleh rakyat.
Menko Polkam menggarisbawahi bahwa perwira remaja Polri adalah ujung tombak transformasi institusi. Ia mengingatkan bahwa kekuasaan yang dimiliki oleh anggota kepolisian harus digunakan secara bijaksana, humanis, dan senantiasa berpihak pada keadilan bagi masyarakat kecil.
“Polri tidak boleh hanya menjadi institusi yang ditakuti karena kewenangannya, tetapi harus menjadi institusi yang dicintai karena kehadirannya dirasakan bermanfaat oleh rakyat. Integritas dan profesionalisme adalah harga mati bagi setiap perwira,” tegas Menko Polkam di hadapan para calon pemimpin Polri tersebut.
Selain aspek moralitas, Menko Polkam juga menyoroti pentingnya penguasaan teknologi informasi bagi para taruna untuk menghadapi kejahatan siber yang semakin kompleks. Ia berpesan agar lulusan Akpol mampu beradaptasi dengan perubahan zaman tanpa meninggalkan nilai-nilai luhur Tribrata dan Catur Prasetya.(Yonex)





