Pemkot Tangerang Percepat Crossing Drainase Demi Keamanan Warga

Pekerja dari Dinas PUPR Kota Tangerang sedang melakukan pemasangan beton saluran drainase silang di kawasan Grand Duta Periuk.
Proses percepatan pembangunan crossing drainase di wilayah Periuk sebagai bagian dari komitmen Pemkot Tangerang dalam memperkuat sistem pengendalian banjir di titik-titik rawan genangan.
Poin-poin Berita:
  • Aksi Mitigasi: Pemkot Tangerang membangun saluran drainase silang (crossing drainase) di Jalan Utama Grand Duta Periuk untuk mengoptimalkan aliran air.
  • Lokasi Strategis: Proyek dipusatkan di RW 23 Gebang Raya, salah satu titik yang mendapatkan perhatian khusus dari Dinas PUPR.
  • Target Waktu: Camat Periuk menyatakan pengerjaan telah dimulai sejak Selasa dan ditargetkan rampung dalam hitungan hari.
  • Tujuan Utama: Meminimalkan potensi genangan dan banjir yang kerap merugikan aktivitas serta ekonomi masyarakat sekitar.
  • Kesiagaan Cuaca: Pembangunan dilakukan sebagai respons cepat terhadap kondisi curah hujan tinggi yang masih melanda wilayah Tangerang.
TANGERANGJejak News,Di tengah ancaman anomali cuaca dan curah hujan yang kian sulit diprediksi, Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang menunjukkan langkah konkret melalui diplomasi infrastruktur yang humanis. Fokus kali ini tertuju pada urat nadi jalan di Grand Duta Periuk, di mana sebuah proyek saluran drainase silang (crossing drainase) mulai dipacu untuk memastikan warga tak lagi dihantui kecemasan saat awan mendung menggelayut.
Pembangunan di RW 23 Gebang Raya ini bukan sekadar urusan beton dan galian. Camat Periuk, Andhika Nugraha Krisyna, memandang proyek ini sebagai manifestasi kehadiran negara dalam melindungi ruang hidup masyarakat. “Kami ingin memastikan infrastruktur pengendali banjir berfungsi optimal, terutama di titik-titik krusial yang selama ini menjadi beban bagi warga saat hujan tiba,” ungkap Andhika saat meninjau lokasi, Rabu (6/5/26).
Secara intelektual, peremajaan sistem drainase silang ini merupakan strategi mitigasi yang presisi. Dengan memotong arus air melalui bawah jalan secara sistematis, potensi genangan yang kerap melumpuhkan mobilitas warga dapat diminimalisir. Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) pun dikerahkan untuk bekerja melawan waktu, mengejar target penyelesaian agar manfaatnya segera dirasakan.
Langkah ini menegaskan bahwa pembangunan kota tidak hanya soal estetika, melainkan tentang rasa aman. Pemasangan beton pracetak yang tengah berlangsung menjadi simbol harapan bagi masyarakat Periuk agar aliran air tak lagi tersumbat oleh keterbatasan infrastruktur masa lalu, melainkan mengalir lancar menuju muara yang seharusnya.
Inisiatif di Jalan Utama Grand Duta ini menjadi pengingat bahwa kota yang tangguh adalah kota yang mampu merespons kebutuhan mendasar warganya akan rasa aman dari bencana. Kecepatan eksekusi dan ketepatan mitigasi kini menjadi tolok ukur baru bagi pelayanan publik di Kota Tangerang.
Pewarta: Abdul Gani| Editor: Suwarman

ARTIKEL TERKAIT

ARTIKEL TERBARU

Menu