JN-Presiden Prabowo Subianto menerima kunjungan Jenderal TNI (Purn.) Dudung Abdurachman di Istana Kepresidenan guna membahas perkembangan situasi pertahanan dan keamanan nasional, Jumat (24/04/2026). Pertemuan ini menjadi krusial mengingat eskalasi dinamika global yang memerlukan respons strategis dari Pemerintah Indonesia.
Dalam pertemuan tersebut, keduanya melakukan pemetaan terhadap potensi gangguan keamanan serta penguatan postur pertahanan negara. Presiden Prabowo menekankan pentingnya kesiapsiagaan seluruh instrumen pertahanan dalam menghadapi tantangan hibrida serta menjaga kedaulatan wilayah NKRI di tengah ketegangan geopolitik internasional.
Jenderal Dudung menyampaikan sejumlah pandangan strategis berdasarkan pengalaman kepemimpinannya, khususnya mengenai soliditas prajurit dan stabilitas di daerah-daerah rawan. Keduanya sepakat bahwa penguatan infrastruktur pertahanan dan kesejahteraan personel merupakan fondasi utama dalam menciptakan sistem pertahanan yang tangguh.
Baca juga: Menhan RI Pertegas Sinergi Pusat-Daerah dalam Pengarahan Presiden di KPPD Magelang
“Situasi global saat ini penuh dengan ketidakpastian. Kita harus memastikan bahwa Indonesia memiliki ketahanan yang kuat, tidak hanya dari sisi militer, tetapi juga keamanan dalam negeri yang kondusif untuk mendukung pembangunan ekonomi,” ujar Presiden dalam arahannya.
Pertemuan ini juga dipandang sebagai bagian dari konsolidasi rutin Presiden dengan para tokoh militer senior untuk menyerap masukan teknis maupun strategis. Diharapkan, hasil diskusi ini dapat diimplementasikan ke dalam kebijakan pertahanan yang lebih adaptif dan modern guna menjawab tantangan zaman.(Yonex)
Baca juga: Menhan RI Teguhkan Semangat Nasionalisme dan Implementasi Sishankamrata di Hadapan Anggota DPRD





