Tinjau Hilirisasi SK Plasma, Menkes Budi Dorong Lompatan Besar Kemandirian Obat Nasional

JN-Menteri Kesehatan Republik Indonesia, Budi Gunadi Sadikin, melakukan kunjungan kerja strategis guna meninjau langsung progres hilirisasi industri Bahan Baku Obat (BBO) berbasis Surat Keputusan (SK) Plasma. Langkah ini diambil sebagai upaya nyata pemerintah dalam mendorong lompatan besar menuju kemandirian sektor farmasi dan ketahanan kesehatan nasional dari hulu hingga ke hilir.

Hilirisasi industri berbasis plasma darah dan bahan baku domestik ini merupakan salah satu pilar krusial dalam agenda transformasi sistem kesehatan yang diusung oleh pemerintah. Melalui optimalisasi produksi obat di dalam negeri, Indonesia berkomitmen untuk melepaskan diri dari ketergantungan impor produk farmasi asing yang selama ini mendominasi pasar hulu, sekaligus selaras dengan prinsip Ekonomi Pancasila dalam membangun kedaulatan ekonomi.

Menkes Budi menjelaskan bahwa penguatan ekosistem hilirisasi ini memerlukan sinergi taktis antara regulator, peneliti, dan pelaku industri swasta nasional. Dengan mempercepat implementasi teknologi fraksionasi plasma, Indonesia tidak hanya mampu memproduksi obat-obatan kritis secara mandiri, tetapi juga dapat menekan biaya pengobatan secara signifikan agar lebih inklusif dan terjangkau oleh seluruh lapisan masyarakat arus bawah.

Baca juga: Racun Berkedok Herbal, BPOM Bongkar 22 Obat Alam Maut Mengandung Bahan Kimia Obat

“Kita harus berani melakukan lompatan besar. Hilirisasi SK Plasma ini adalah momentum emas bagi industri farmasi tanah air untuk naik kelas. Dengan menguasai teknologi dan memproduksi bahan baku obat sendiri, kita sedang membangun benteng pertahanan kesehatan yang kokoh, mandiri, dan berwibawa demi melindungi segenap bangsa Indonesia,” tegas Menkes Budi Gunadi Sadikin di sela-sela peninjauannya.(Yonex)

ARTIKEL TERKAIT

ARTIKEL TERBARU

Menu