Ancaman Penyakit Hati Mengintai: Menkes Budi Ajak Masyarakat Rutin Deteksi Dini Melalui Skrining CKG

JN-Menteri Kesehatan Republik Indonesia, Budi Gunadi Sadikin, mengeluarkan imbauan penting terkait peningkatan kewaspadaan terhadap kesehatan organ hati. Mengingat ancaman penyakit hati kronis yang sering kali berkembang tanpa gejala awal, Menkes secara aktif mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk membangun kesadaran preventif melalui rutinitas deteksi dini menggunakan metode CKG (Cek Kesehatan Berkala/Gula Darah/Fungsi Hati).

Langkah proaktif ini merupakan bagian dari pilar transformasi layanan primer yang sedang masif digulirkan oleh Kementerian Kesehatan. Pemerintah berkomitmen menggeser paradigma lama dari yang semula berfokus pada pengobatan (kuratif) menjadi berfokus pada pencegahan (preventif). Melalui pendekatan inklusif ini, potensi kerusakan fungsi hati akibat perlemakan, hepatitis, maupun gaya hidup tidak sehat dapat diantisipasi secara instan sejak di hulu.

Menkes menjelaskan bahwa penyakit hati kerap dijuluki sebagai silent killer karena sebagian besar penderita baru menyadari kondisinya saat sudah memasuki stadium lanjut atau sirosis. Oleh karena itu, penguatan akses skrining CKG di fasilitas kesehatan tingkat tapak seperti Puskesmas dan Posyandu menjadi krusial agar masyarakat arus bawah dapat melakukan pemeriksaan secara berkala tanpa terbentang kendala biaya.

Baca juga: Racun Berkedok Herbal, BPOM Bongkar 22 Obat Alam Maut Mengandung Bahan Kimia Obat

“Kita ingin masyarakat Indonesia tetap produktif dan sehat. Jangan tunggu sampai jatuh sakit baru berobat ke rumah sakit. Penyakit hati bisa kita cegah dan kendalikan jika dideteksi sejak dini. Saya mengajak seluruh warga untuk rutin melakukan skrining CKG di fasilitas kesehatan terdekat demi menjaga kualitas hidup keluarga dan masa depan bangsa,” ujar Menkes Budi Gunadi Sadikin.(Yonex)

ARTIKEL TERKAIT

ARTIKEL TERBARU

Menu