JN-Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, menegaskan dukungan penuh pemerintah terhadap pertumbuhan sektor swasta di tanah air. Namun, Kepala Negara memberikan catatan penting agar ekspansi bisnis tersebut berjalan beriringan dengan komitmen moral kemanusiaan. Presiden mendorong pelaku usaha swasta untuk tumbuh menjadi entitas yang besar, dinamis, berjalan di koridor yang benar, serta memiliki keberpihakan nyata pada kesejahteraan rakyat arus bawah.
Dalam arahannya, Presiden Prabowo menjelaskan bahwa pemerintah tidak melihat sektor swasta sebagai kompetitor, melainkan sebagai mitra strategis (growth partner) dalam menggerakkan roda perekonomian nasional. Kontribusi swasta dalam menciptakan lapangan kerja, menggerakkan investasi, dan menghadirkan inovasi teknologi sangat dibutuhkan untuk mengakselerasi target pertumbuhan ekonomi yang inklusif dari hulu ke hilir.
Kendati mendukung penuh iklim investasi yang kondusif, Presiden mengingatkan agar pertumbuhan swasta tidak melahirkan praktik kapitalisme absolut yang mengesampingkan keadilan sosial. Pebisnis di Indonesia dituntut untuk menjalankan usahanya secara “benar”—artinya taat hukum, transparan, memenuhi hak-hak pekerja, serta aktif menjaga kelestarian lingkungan hidup melalui prinsip keberlanjutan.
Baca juga: Rendang Go Global: Kemenperin dan LPEI Kolaborasi Racik Sentra IKM Tembus Pasar Ekspor Internasional
Lebih lanjut, keberpihakan pada rakyat dapat diwujudkan melalui kemitraan taktis antara korporasi besar dan pelaku ekonomi rakyat, seperti Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) serta Koperasi Desa Merah Putih. Sinergi ini diharapkan mampu menciptakan ekosistem bisnis sirkular yang sehat, di mana pertumbuhan keuntungan perusahaan besar ikut mendongkrak daya beli dan kesejahteraan masyarakat di tingkat tapak.(Yonex)





