BIMA, Jejak News — Aktivitas tektonik di wilayah Nusa Tenggara Barat kembali menggeliat. Wilayah Bima dan sekitarnya diguncang gempa bumi tektonik dangkal pada Rabu sore (20/5/2026) pukul 17.28.50 WIB. Hasil analisis mutakhir dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menunjukkan bahwa gempa bumi ini memiliki parameter pembaruan dengan kekuatan magnitudo M4,9, namun dipastikan tidak memicu gelombang tsunami.
Kepala Pusat Gempabumi dan Tsunami BMKG menyatakan bahwa episenter gempa terletak pada koordinat geografis 8,14° LS dan 119,21° BT. Pusat getaran berada di laut pada jarak 12 kilometer arah Timur Wera, Bima, Nusa Tenggara Barat, dengan kedalaman pusat gempa (hiposenter) yang sangat dangkal, yakni 12 kilometer.
Dipicu Sesar Naik Belakang Busur Flores
Ditinjau dari lokasi episenter serta kedalaman hiposenternya, peristiwa yang mengejutkan warga NTB ini merupakan jenis gempa bumi dangkal. Gempa tersebut terjadi akibat adanya deformasi batuan dari aktivitas Sesar Naik Belakang Busur Flores (Flores Back Arc Thrust).
“Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempa bumi ini memiliki mekanisme pergerakan naik atau thrust fault,” rilis BMKG dalam keterangan resminya, Rabu (20/5/2026).
Getaran Terasa Nyata, Tercatat Satu Gempa Susulan
Guncangan gempa bumi dangkal ini dilaporkan berdampak kuat dan dirasakan di sejumlah wilayah, meliputi Kota Bima, Kabupaten Bima, hingga Kabupaten Dompu. Skala intensitas gempa tercatat berada pada tingkat III MMI (Modified Mercalli Intensity), di mana getaran dirasakan nyata oleh warga di dalam rumah dan dirasakan seakan-akan ada truk besar yang sedang berlalu.
Berdasarkan hasil pemodelan matematis dan fisis, BMKG menegaskan bahwa gempa bumi tektonik ini sama sekali tidak berpotensi menimbulkan tsunami. Kendati demikian, BMKG terus melakukan pemantauan ketat pasca-guncangan utama.
Hingga pukul 17.50 WIB, hasil pemantauan (monitoring) BMKG mendeteksi adanya satu aktivitas gempa bumi susulan (aftershock). Masyarakat diimbau untuk tetap tenang, menghindari bangunan yang retak atau rusak akibat gempa, serta tidak terpengaruh oleh isu-isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.
BMKG mengimbau warga Bima dan sekitarnya agar selalu memeriksa kelayakan struktur bangunan rumah masing-masing sebelum kembali masuk ke dalam ruangan demi mengantisipasi dampak gempa susulan.
Pewarta: Acep Sunandar
Editor: Ismail Saleh
Editor: Ismail Saleh





