JAKARTA, Jejak News | Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Jakarta Pusat mengambil tindakan preventif yang tegas demi melindungi kesehatan masyarakat dari potensi bahaya pangan. Lima pria diamankan saat kedapatan menyiangi ikan sapu-sapu hasil tangkapan dari bantaran anak Kali Ciliwung, kawasan Pasar Baru, Sawah Besar, pada Sabtu (25/4/2026). Langkah ini diambil guna memutus rantai distribusi daging ikan yang tidak layak konsumsi dan berbahaya bagi kesehatan manusia.
Kasatpol PP Sawah Besar, Darwis Silitonga, menegaskan bahwa tindakan ini didasari atas laporan masyarakat yang merasa curiga dengan aktivitas para pria tersebut. Hasil pemeriksaan mengungkap bahwa daging ikan sapu-sapu yang diambil berencana dikirim ke wilayah Cikarang, Bekasi, untuk diolah menjadi bahan baku makanan jenis siomai.
Ikan sapu-sapu yang hidup di sungai dengan polusi tinggi, seperti anak Kali Ciliwung, memiliki risiko tinggi mengandung logam berat dan zat berbahaya lainnya. Sebagai langkah mitigasi, petugas segera menyita dan memusnahkan seluruh hasil tangkapan tersebut dengan cara dikubur.
“Kami mengambil langkah tegas dengan memusnahkan seluruh barang bukti. Selain membahayakan kesehatan konsumen, mereka juga melakukan pencemaran lingkungan dengan membuang limbah kulit ikan secara sembarangan di bantaran kali,” jelas Darwis Silitonga.
Berdasarkan pendataan, kelima pria tersebut merupakan warga asal Cikarang yang sengaja datang ke Jakarta untuk berburu ikan saat debit air sungai sedang surut. Mirisnya, dari kelima orang tersebut, hanya satu orang yang mampu menunjukkan identitas resmi (KTP). Petugas pun memberikan peringatan keras serta edukasi mengenai standar keamanan pangan agar praktik serupa tidak terulang kembali.
Bagian telur ikan yang awalnya akan digunakan sebagai umpan pancing turut disita untuk memastikan tidak ada bagian dari biota sungai yang tercemar tersebut masuk ke dalam rantai konsumsi manusia maupun hewan peliharaan.
Pemerintah menghimbau masyarakat untuk lebih selektif dalam memilih produk olahan pangan dan segera melaporkan aktivitas mencurigakan di lingkungan sekitar. Melalui pengawasan yang ketat, negara hadir untuk menjamin bahwa bahan pangan yang beredar di tengah masyarakat memenuhi standar keamanan dan mutu yang layak
Pewarta: Sopian | Editor: Ismail Saleh





