JN-Indonesia kembali dipercaya menjadi panggung utama olahraga internasional. Provinsi Bali secara resmi ditunjuk sebagai tuan rumah penyelenggaraan Kejuaraan Renang Perairan Terbuka Asia 2026 (Asian Open Water Swimming Championship 2026). Ajang bergengsi tingkat benua ini diharapkan menjadi momentum besar untuk membangkitkan sektor sport tourism tanah air dari hulu hingga ke hilir.
Pemilihan Bali sebagai lokasi kompetisi didasarkan pada keindahan alam pesisir dan kesiapan infrastruktur pendukungnya yang sudah berstandar dunia. Pemerintah memandang kejuaraan ini sebagai peluang emas yang inklusif untuk mempromosikan potensi wisata bahari Indonesia, sekaligus menjadi arena unjuk gigi bagi para atlet renang lokal di kancah internasional.
Pihak panitia penyelenggara bersama kementerian terkait berkomitmen untuk mengawal seluruh rangkaian persiapan acara dengan manajemen yang transparan, akuntabel, dan profesional. Selain fokus pada prestasi olahraga, draf kesiapan teknis juga mengutamakan standardisasi keamanan yang ketat serta menjaga kebersihan ekosistem laut yang higienis di sekitar area perlombaan agar ramah lingkungan dan aman bagi ratusan delegasi Asia.
Baca juga: Perkuat Riset dan Mitigasi Bencana, Badan Geologi Teken Kerja Sama dengan China Geological Survey
“Penunjukan Bali sebagai tuan rumah Kejuaraan Renang Perairan Terbuka Asia 2026 adalah kehormatan besar sekaligus pembuktian bahwa Indonesia siap menggelar ajang olahraga internasional yang berwibawa. Kita ingin kompetisi ini berjalan sukses, bersih dari tata kelola yang buruk, serta mampu memberikan dampak ekonomi sirkular yang nyata bagi masyarakat arus bawah di Bali,” urai perwakilan panitia dalam siaran persnya.(Yonex)





