PUPR Kota Tangerang

Perkuat Ketahanan Energi, Dewan Energi Nasional Gandeng Amerika Serikat dan Jepang Siapkan SDM Unggul untuk Transisi Energi

JN-Dewan Energi Nasional (DEN) secara resmi memperkuat kolaborasi internasional dengan menggandeng Pemerintah Amerika Serikat dan Jepang dalam misi besar penyiapan Sumber Daya Manusia (SDM) yang kompeten di sektor energi bersih. Kerja sama strategis ini dirancang untuk mendukung percepatan transisi energi nasional serta pencapaian target emisi nol bersih (Net Zero Emission) pada tahun 2060 atau lebih cepat.

Sekretaris Jenderal DEN, Djoko Siswanto, mengungkapkan bahwa penguatan kapasitas SDM menjadi pilar utama dalam menghadapi dinamika transisi dari energi fosil menuju energi baru terbarukan (EBT). Dalam kemitraan ini, Amerika Serikat dan Jepang akan memberikan dukungan berupa program pelatihan teknis, transfer teknologi, hingga beasiswa pendidikan bagi para tenaga ahli energi di Indonesia.
Fokus utama dari kerja sama ini meliputi pengembangan kompetensi di bidang teknologi rendah karbon, manajemen efisiensi energi, serta infrastruktur jaringan listrik pintar (smart grid). Mengingat kompleksitas transisi energi di Indonesia yang memiliki karakteristik geografis kepulauan, diperlukan SDM yang mampu mengelola interkoneksi energi secara presisi dan efisien.
“Transisi energi bukan hanya soal mengganti sumber energi, tetapi juga kesiapan manusia yang mengoperasikannya. Dengan dukungan Amerika Serikat dan Jepang yang memiliki teknologi maju, kami ingin memastikan bahwa tenaga kerja Indonesia siap memimpin industri hijau di masa depan,” tegas pihak DEN dalam pertemuan koordinasi di Jakarta, Rabu (4/3/2026).
Amerika Serikat melalui program kemitraan energinya akan fokus pada pengembangan energi angin dan matahari berskala besar. Sementara itu, Jepang melalui inisiatif Asia Zero Emission Community (AZEC) akan lebih banyak berbagi pengalaman mengenai teknologi penangkapan karbon (Carbon Capture and Storage) serta pemanfaatan hidrogen sebagai bahan bakar alternatif.
Selain peningkatan teknis, kerja sama ini juga mencakup penyusunan kurikulum pendidikan di tingkat perguruan tinggi agar selaras dengan kebutuhan industri energi masa kini. Pemerintah berharap sinergi lintas negara ini dapat menciptakan ekosistem energi yang lebih mandiri dan berkelanjutan, sekaligus meningkatkan daya saing global Indonesia di sektor energi hijau.(Yonex)

ARTIKEL TERKAIT

ARTIKEL TERBARU

Menu