YOGYAKARTA – Jejak News, Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), melakukan kunjungan kerja komprehensif di Daerah Istimewa Yogyakarta pada Jumat (24/4). Kunjungan ini merupakan langkah strategis untuk memastikan bahwa simpul-simpul pembangunan—mulai dari pendidikan, permukiman, hingga konektivitas jalan tol—berjalan selaras dengan visi Asta Cita Presiden Prabowo Subianto dalam menghadirkan pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan manusiawi.
Dalam rangkaian tinjauan ini, Menko AHY menekankan bahwa infrastruktur tidak boleh hanya dipandang sebagai beton dan aspal, melainkan sebagai instrumen kemanusiaan. Hal ini tercermin dari fokus utamanya pada pembangunan Sekolah Rakyat di Kulon Progo. Proyek ini diproyeksikan menjadi oase bagi masyarakat berpenghasilan rendah, di mana infrastruktur pendidikan berkualitas hadir sebagai mesin penggerak mobilitas sosial untuk memutus rantai kemiskinan antargenerasi.
Staf Khusus Menko, Herzaky Mahendra Putra, menegaskan bahwa kehadiran pemerintah di lapangan adalah untuk mengidentifikasi tantangan rill secara presisi. “Kita sedang membangun harapan. Sekolah Rakyat adalah fondasi bagi generasi emas 2045 agar memiliki daya saing global tanpa meninggalkan akar kearifan lokal,” ujar Herzaky. Sinergi dengan Kementerian PU pun diperkuat guna menjamin standar fasilitas, mulai dari sanitasi hingga ruang belajar yang aman dan inspiratif.
Selain sektor pendidikan, Menko AHY juga memantau langsung proses transformasi kawasan permukiman melalui penataan kawasan Mrican di Sleman dan Kampung Lampion Kotabaru. Program renovasi kawasan kumuh ini bertujuan mengembalikan martabat hunian warga menjadi lingkungan yang lebih sehat, tertata, dan produktif. Di sisi lain, komitmen terhadap ekologi ditunjukkan melalui program Ruang Terbuka Hijau dan Biru (RTHB) dengan penanaman pohon di sepanjang koridor Jalan Tol Prambanan–Purwomartani, memastikan modernitas tetap berdampingan dengan kelestarian alam.
Pembangunan Jalan Tol Prambanan–Purwomartani sebagai Proyek Strategis Nasional (PSN) turut menjadi sorotan. Infrastruktur ini diharapkan menjadi urat nadi logistik yang efisien, menghubungkan potensi ekonomi DIY dan Jawa Tengah, serta membuka akses yang lebih luas bagi pertumbuhan UMKM di sekitar koridor tol.
Kunjungan kerja Menko AHY di Yogyakarta mengirimkan pesan kuat tentang arah baru pembangunan nasional: sebuah integrasi antara kemajuan fisik yang megah dan sentuhan humanis yang menyentuh akar rumput, demi mewujudkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.
Pewarta: Hidayatulah | Editor: Ismail Saleh





