JEJAK-NEWS.COM-Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) Republik Indonesia terus mendorong sektor industri dan pelaku usaha di seluruh tanah air untuk mengoptimalkan efisiensi serta kualitas produksi. Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) menegaskan bahwa peningkatan produktivitas perusahaan tidak hanya bertumpu pada kuantitas hasil kerja semata, melainkan harus diselaraskan secara tepat dengan dinamika dan kebutuhan pasar nasional maupun global.
Dalam arahannya di hadapan para pelaku dunia usaha dan asosiasi industri, Menaker menyampaikan bahwa ketidaksesuaian (mismatch) antara output produksi dengan permintaan pasar dapat memicu pemborosan sumber daya serta menurunkan daya saing perusahaan. Oleh karena itu, modernisasi manajemen tenaga kerja, penerapan teknologi digital, serta peningkatan keterampilan (upskilling dan reskilling) para pekerja menjadi langkah krusial agar perusahaan mampu beradaptasi cepat terhadap perubahan tren konsumen.
Kementerian Ketenagakerjaan juga berkomitmen untuk terus memfasilitasi program pelatihan berbasis kompetensi yang relevan dengan kebutuhan dunia industri. Melalui sinergi erat antara pemerintah, lembaga pelatihan kerja, dan sektor swasta, diharapkan kualitas tenaga kerja Indonesia semakin meningkat serta siap mendukung efisiensi operasional perusahaan.
Baca juga: Dukung Target PLTS 100 GWp, Kemnaker Fasilitasi Sertifikasi 60 Calon Asesor Kompetensi Energi Surya
Pemerintah optimistis bahwa integrasi antara produktivitas yang berorientasi pasar dan kualitas sumber daya manusia yang unggul akan menjadi pilar utama dalam menciptakan iklim ketenagakerjaan yang kondusif, memicu pertumbuhan ekonomi nasional, serta memperluas ketersediaan lapangan kerja yang berkualitas di masa mendatang.(Yusuf)




