Kemenhub Perluas Jangkauan Program Motis hingga Jawa Timur dan Jajaki Potensi di Sumatera

Mudik Aman dan Terukur: Kemenhub menyiapkan strategi ekspansi Program Motis ke Jawa Timur dan Sumatera guna meningkatkan standar keselamatan transportasi nasional.
Suasana talkshow LINTAS Kemenhub yang dihadiri Direktur Lalu Lintas DJKA Arif Anwar saat memaparkan rencana pengembangan program angkutan motor gratis (Motis) masa depan.
Pasca kesuksesan Angkutan Lebaran 2026, Kemenhub melalui DJKA menyiapkan tiga langkah strategis untuk meningkatkan kualitas Program Motor Gratis (Motis). Rencana ekspansi mencakup perluasan relasi ke Jawa Timur dan survei potensi layanan di wilayah Sumatera bagian selatan.
JAKARTA, Jejak News – Kementerian Perhubungan (Kemenhub) berkomitmen penuh dalam mentransformasi sistem angkutan Lebaran yang lebih inklusif dan selamat. Menyusul capaian positif pada musim mudik 2026, Direktorat Jenderal Perkeretaapian (DJKA) kini tengah mematangkan tiga pilar peningkatan layanan Program Angkutan Motor Gratis (Motis) berbasis kereta api untuk periode mendatang.
Direktur Lalu Lintas dan Angkutan Kereta Api, Arif Anwar, mengungkapkan bahwa antusiasme masyarakat yang melampaui target menjadi basis utama pengembangan program ini. Pada Lebaran 2026, Program Motis berhasil mengangkut 12.419 unit sepeda motor (104,4% dari target) dan melayani 19.789 penumpang dengan okupansi tertinggi menuju Kutoarjo dan Lempuyangan.
“Respons positif ini kami tindak lanjuti dengan tiga langkah strategis: perluasan stasiun pemberhentian guna meningkatkan aksesibilitas, evaluasi menyeluruh terhadap efisiensi waktu perjalanan, serta perpanjangan jangkauan layanan hingga ke wilayah Jawa Timur,” ujar Arif dalam Sharing Session Cerita Mudik di Jakarta, Kamis (23/4/2026).
Secara intelektual strategis, Kemenhub tengah mengkaji opsi perluasan relasi lintas pelayanan hingga koridor Jakarta–Surabaya (PP). Implementasi rute ini akan diselaraskan dengan ketersediaan sarana kereta kelas ekonomi (K3) dan kereta bagasi (B) agar tidak mengganggu operasional eksisting namun tetap mampu menjawab kebutuhan perjalanan jarak jauh.
Sisi humanis dari program ini juga akan diperluas ke luar pulau Jawa. Kemenhub berencana melakukan survei permintaan (demand) di wilayah Sumatera, khususnya bagian selatan meliputi Lampung dan Palembang. Langkah ini mempertimbangkan kesiapan infrastruktur serta skema layanan yang paling adaptif bagi karakteristik pemudik di wilayah tersebut.
Penyelenggaraan Motis 2026 sendiri telah menunjukkan progresivitas yang signifikan dengan penambahan lintas pelayanan dari dua menjadi tiga jalur (Utara, Tengah, dan Selatan) serta peningkatan kuota tiket penumpang yang hampir dua kali lipat dibanding tahun sebelumnya.
Melalui penguatan Program Motis ini, pemerintah terus berupaya menekan angka pemudik roda dua di jalan raya, mengalihkan mobilitas masyarakat ke moda transportasi kereta api yang lebih aman, nyaman, dan terintegrasi secara nasional.
Pewarta:  Yusuf |  Editor: Ismail Saleh

 

ARTIKEL TERKAIT

ARTIKEL TERBARU

Menu