JN-Kementerian Pekerjaan Umum (PU) terus berkomitmen meningkatkan kualitas sumber daya manusia di wilayah timur Indonesia melalui percepatan revitalisasi sarana dan prasarana pendidikan. Pada tahun anggaran ini, Kementerian PU melalui Direktorat Jenderal Cipta Karya melakukan renovasi besar-besaran terhadap tiga Madrasah yang tersebar di Provinsi Papua Barat dan Papua Barat Daya. Langkah ini diambil guna menyediakan fasilitas belajar mengajar yang lebih layak, aman, dan nyaman bagi para siswa di Bumi Cendrawasih.
Tiga sekolah yang menjadi sasaran revitalisasi tersebut adalah Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 1 Manokwari di Papua Barat, serta Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Sorong dan Madrasah Tsanawiyah (MTs) Model Sorong di Provinsi Papua Barat Daya. Fokus pengerjaan mencakup rehabilitasi ruang kelas, pembangunan laboratorium, renovasi perpustakaan, hingga perbaikan sarana sanitasi dan lapangan olahraga yang sebelumnya mengalami kerusakan cukup berat.
Proses pembangunan ini mengacu pada standar bangunan gedung hijau yang ramah lingkungan dan tahan gempa, mengingat kondisi geografis wilayah Papua yang menantang. Selain fisik bangunan, Kementerian PU juga menata lanskap di sekitar area sekolah agar memiliki lingkungan yang lebih asri. Hingga akhir April 2026, kemajuan fisik konstruksi dilaporkan telah berjalan sesuai jadwal dengan target penyelesaian secara keseluruhan pada semester kedua tahun ini.
Kementerian PU menegaskan bahwa revitalisasi ini merupakan bagian dari instruksi presiden untuk memprioritaskan pembangunan infrastruktur pendidikan di daerah tertinggal, terdepan, dan terluar. Dengan hadirnya bangunan sekolah yang lebih modern dan representatif, diharapkan minat belajar para siswa meningkat serta mampu menekan angka putus sekolah di wilayah tersebut. Sinergi antara Kementerian PU dan Kementerian Agama juga terus diperkuat dalam hal pengelolaan aset agar fasilitas yang telah dibangun dapat terjaga dengan baik dan berkelanjutan.
Pihak sekolah dan masyarakat setempat menyambut positif langkah pemerintah ini. Pasalnya, kondisi bangunan yang sebelumnya memprihatinkan kerap menjadi kendala dalam proses akademik. Kini, dengan dukungan infrastruktur yang lebih kokoh, madrasah-madrasah di Papua Barat dan Papua Barat Daya diharapkan mampu bersaing dalam mencetak generasi muda yang berprestasi di tingkat nasional.(Yonex)





