JEJAK-NEWS.COM-Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf yang akrab disapa Gus Ipul menekankan pentingnya percepatan pemutakhiran dan penguatan data tunggal perlindungan sosial di seluruh Indonesia. Langkah strategis ini dinilai sangat krusial untuk membenahi penyaluran bantuan sosial (bansos) agar tepat sasaran, transparan, serta dapat menjangkau seluruh warga miskin dan rentan secara proaktif tanpa harus menunggu kasus mereka viral terlebih dahulu di media sosial.
Dalam keterangannya, Mensos menyayangkan fenomena di mana warga miskin atau masyarakat membutuhkan sering kali baru mendapatkan penanganan cepat setelah kisahnya menjadi sorotan publik. Oleh karena itu, Kementerian Sosial bersama Badan Pusat Statistik (BPS) dan kementerian/lembaga terkait terus mematangkan integrasi data berbasis Nomor Induk Kependudukan (NIK) guna memastikan negara hadir secara presisi sebelum masalah warga rentan membesar.
Gus Ipul meminta seluruh pemerintah daerah hingga jajaran petugas pendamping sosial di tingkat desa dan kelurahan untuk aktif melakukan verifikasi dan validasi data secara berkala. Menurutnya, akurasi data di tingkat tapak menjadi kunci utama agar tidak ada masyarakat miskin yang terlewat dari skema perlindungan sosial dan penanganan kemiskinan yang disiapkan pemerintah.
Pemerintah optimistis bahwa melalui pemanfaatan data tunggal yang terintegrasi secara nasional, efektivitas program pengentasan kemiskinan dan penyaluran bantuan sosial akan semakin meningkat, berkeadilan, serta memberikan kepastian perlindungan bagi seluruh warga negara yang membutuhkan.(Yusuf)




