Ekonomi Pancasila Jadi Fondasi: Presiden Prabowo Tegaskan Pembangunan Nasional Harus Dirasakan Semua Rakyat

JN-Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, menegaskan kembali arah politik ekonomi dan cetak biru pembangunan nasional di bawah kepemimpinannya. Presiden menyatakan dengan komitmen penuh bahwa Ekonomi Pancasila wajib menjadi fondasi utama dalam setiap pengambilan kebijakan, guna memastikan bahwa hasil-hasil pembangunan dapat dinikmati secara adil dan merata oleh seluruh lapisan masyarakat dari hulu hingga hilir (growth with equity).

Presiden Prabowo menjelaskan bahwa Ekonomi Pancasila bukanlah sekadar konsep teoretis, melainkan sebuah sistem ekonomi humanis yang menolak ketimpangan sosial dan kapitalisme absolut. Sistem ini mengedepankan asas kekeluargaan, gotong royong, serta keberpihakan nyata negara terhadap penguatan ekonomi arus bawah—termasuk petani, nelayan, buruh, dan pelaku industri kecil mandiri di tingkat pedesaan.

Implementasi nyata dari fondasi ini telah diwujudkan pemerintah melalui berbagai gebrakan taktis, salah satunya adalah peluncuran masif ribuan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih sebagai soko guru ekonomi warga. Pemerintah berkomitmen memotong mata rantai tengkulak, menjamin ketahanan pangan, serta membuka akses permodalan yang aman agar masyarakat di daerah pinggiran dapat berdaulat atas sumber daya ekonominya sendiri.

Baca juga: Rendang Go Global: Kemenperin dan LPEI Kolaborasi Racik Sentra IKM Tembus Pasar Ekspor Internasional

“Pembangunan tidak boleh hanya dinikmati oleh segelintir orang atau berpusat di kota-kota besar saja. Ekonomi Pancasila menuntut kita untuk menghadirkan pembangunan untuk semua (inclusive development). Jika desa-desa kita kuat dan mandiri, maka fondasi ekonomi nasional kita akan ikut kokoh menghadapi badai krisis global apa pun,” ujar Presiden Prabowo Subianto.(Yonex)

ARTIKEL TERKAIT

ARTIKEL TERBARU

Menu