JN-Presiden Prabowo Subianto menghadiri perayaan Dharma Santi Nasional Tahun Baru Saka 1948 yang digelar di Jakarta hari ini. Dalam momentum yang penuh khidmat tersebut, Kepala Negara menyampaikan pesan mendalam mengenai pentingnya merawat tenun kebangsaan melalui nilai-nilai persaudaraan (Tat Twam Asi) dan toleransi antarumat beragama sebagai modal utama menuju visi Indonesia Emas 2045.
Kehadiran Presiden di tengah umat Hindu Indonesia ini menjadi simbol kuat keberlanjutan komitmen pemerintah dalam menjamin kemerdekaan beribadah dan keharmonisan sosial di seluruh pelosok negeri.
Persaudaraan di Tengah Keberagaman
Dalam pidatonya, Presiden Prabowo menekankan bahwa kemajemukan bangsa Indonesia adalah kekuatan yang tidak dimiliki oleh banyak negara lain. Beliau mengajak seluruh elemen masyarakat untuk tidak memandang perbedaan sebagai sumber perpecahan, melainkan sebagai kekayaan yang harus dijaga dengan rasa saling menghormati.
“Indonesia adalah rumah besar bagi semua suku, agama, dan golongan. Dharma Santi bukan sekadar ritual tahunan, melainkan pengingat bagi kita semua untuk kembali suci, saling memaafkan, dan mempererat tali persaudaraan. Tanpa kedamaian dan toleransi, pembangunan ekonomi yang kita cita-citakan akan sulit tercapai,” ujar Presiden Prabowo di hadapan para tokoh agama dan ribuan umat yang hadir.
Toleransi sebagai Pilar Stabilitas Nasional
Presiden juga menggarisbawahi bahwa stabilitas nasional yang kokoh berakar dari kerukunan di tingkat akar rumput. Beliau memuji peran umat Hindu dalam menjaga keseimbangan alam dan sesama manusia, yang selaras dengan filosofi Tri Hita Karana. Menurut Presiden, nilai-nilai luhur ini sangat relevan untuk diimplementasikan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, terutama dalam menghadapi tantangan global yang semakin kompleks.
Beliau pun menegaskan bahwa pemerintah akan terus mendukung kebijakan yang inklusif, di mana setiap pemeluk agama merasa aman dan diayomi dalam menjalankan keyakinannya. Hal ini menjadi kunci agar energi bangsa tidak habis untuk konflik internal, melainkan fokus pada kemajuan dan kesejahteraan bersama.
Baca juga: Menteri Dody Bangga: Generasi Muda PU Jadi Garda Terdepan Penanganan Darurat Bencana
Apresiasi terhadap Kontribusi Umat Hindu
Menutup arahannya, Presiden memberikan apresiasi tinggi kepada umat Hindu Indonesia yang selama ini telah berkontribusi nyata dalam pembangunan nasional, baik di bidang pendidikan, ekonomi, maupun pelestarian budaya. Beliau berharap semangat Dharma Santi tahun ini dapat membawa transformasi positif bagi karakter bangsa yang lebih religius namun tetap moderat.
“Marilah kita jadikan perayaan ini sebagai momentum untuk memperkuat solidaritas nasional. Mari kita melangkah bersama, saling bahu-membahu, dan memastikan bahwa tidak ada satu pun warga negara yang merasa terpinggirkan di tanah airnya sendiri,” pungkas Presiden.(Yonex)







