JN-Presiden Prabowo Subianto memberikan pengarahan yang sangat tajam dan mendalam kepada seluruh Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) tingkat Provinsi hingga Kabupaten/Kota se-Indonesia dalam Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) yang digelar di Sentul International Convention Center (SICC). Dalam pidatonya yang berlangsung hampir satu jam tersebut, Presiden menekankan bahwa stabilitas nasional tidak hanya dibangun dari Jakarta, tetapi dari ketelitian para wakil rakyat di daerah dalam mengelola anggaran.
Presiden Prabowo menyoroti fenomena “pemborosan sistemik” yang seringkali terjadi dalam penyusunan APBD. Beliau secara spesifik meminta pimpinan DPRD untuk tidak lagi meloloskan anggaran-anggaran yang bersifat konsumtif seperti perjalanan dinas luar daerah yang berlebihan atau pembangunan gedung kantor yang belum mendesak.
“Saudara-saudara adalah pemegang kunci di daerah. Kalau saudara tidak teliti, kalau saudara masih suka ‘main mata’ dengan eksekutif untuk kepentingan pribadi, maka rakyat kita yang akan terus menderita. Saya minta, hilangkan kebocoran itu sekarang juga. Kita butuh setiap rupiah untuk swasembada pangan,” tegas Presiden dengan nada bicara yang menggelegar.
Baca juga: Menhan RI Berikan Penghormatan Terakhir pada Pemakaman Mayjen TNI (Purn) Tayo Tarmadi di TMP Cikutra
Fokus pada Swasembada dan Makan Bergizi Gratis
Selain masalah kebocoran anggaran, Presiden Prabowo juga memaparkan visi besarnya mengenai kemandirian bangsa. Beliau meminta DPRD di seluruh pelosok negeri untuk memberikan dukungan penuh bagi Program Makan Bergizi Gratis yang menjadi pilar kepemimpinannya. Beliau berharap DPRD dapat memfasilitasi regulasi di daerah agar rantai pasok makanan untuk program tersebut diambil dari petani dan peternak lokal di daerah masing-masing.
Hal ini dimaksudkan agar perputaran uang tidak kembali ke pusat, melainkan tetap berada di daerah untuk menggerakkan ekonomi mikro. Presiden menginginkan adanya sinergi di mana kebijakan pusat disambut dengan peraturan daerah (Perda) yang pro-rakyat.
Tantangan Ketahanan Energi dan Hilirisasi
Di bagian akhir pengarahannya, Presiden mengingatkan bahwa dunia sedang berada dalam ketidakpastian. Oleh karena itu, hilirisasi komoditas unggulan daerah harus terus didorong. Beliau tidak ingin daerah hanya menjadi penonton saat sumber daya alamnya dikeruk.
Baca juga: KPK Serahkan Barang Rampasan Rp3,88 Miliar untuk Proyek Strategis Nasional Jalan Tol
“Jangan biarkan kekayaan daerahmu keluar begitu saja tanpa ada nilai tambah. Ketua DPRD harus berani bersuara jika ada investasi yang tidak memberikan manfaat bagi tenaga kerja lokal,” tambah beliau.
Pertemuan ini diharapkan menjadi titik balik bagi para pimpinan legislatif daerah untuk mengubah pola pikir dari “penguasa daerah” menjadi “pelayan masyarakat” yang berintegritas tinggi demi mendukung percepatan pertumbuhan ekonomi nasional.(Yonex)







