JN-Indonesia secara resmi menyelenggarakan D-8 Halal Expo Indonesia sebagai langkah strategis untuk memperkuat posisi dan sinergi negara-negara anggota Developing-8 (D-8) di pasar syariah internasional. Forum dan pameran dagang berskala besar ini diinisiasi untuk mendorong blok kerja sama ekonomi negara-negara berkembang tersebut menjadi kekuatan baru yang mendominasi rantai pasok ekonomi halal global.
Penyelenggaraan acara ini menjadi wadah konsolidasi bagi para pelaku usaha, investor, dan pengambil kebijakan dari delapan negara anggota, yakni Bangladesh, Indonesia, Iran, Malaysia, Mesir, Nigeria, Pakistan, dan Turkiye. Melalui ekshibisi ini, seluruh anggota didorong untuk saling mengintegrasikan potensi industri halal masing-masing, mulai dari sektor pangan, kosmetik, farmasi, hingga fesyen sopan, guna memenuhi kebutuhan pasar muslim dunia yang terus melonjak.
Pihak panitia dan kementerian terkait menjelaskan bahwa potensi ekonomi halal di dalam aliansi D-8 sangatlah besar namun belum tergarap secara optimal karena standarisasi yang belum seragam. Oleh karena itu, ajang ini juga difokuskan untuk menyepakati mutual pengakuan sertifikasi halal antarkomunitas negara anggota, menyederhanakan hambatan tarif perdagangan, serta membangun ekosistem logistik terpadu demi memperlancar arus barang jaminan halal lintas negara.
Melalui komitmen bersama yang diperkuat dalam eksibisi ini, negara-negara D-8 optimistis dapat mengurangi ketergantungan terhadap produk halal yang diproduksi oleh negara-negara non-muslim. Sinergi ini diharapkan tidak hanya mampu meningkatkan pertumbuhan ekonomi domestik masing-masing anggota melalui penyerapan tenaga kerja dan investasi hijau, melainkan juga memantapkan kemandirian ekonomi blok D-8 sebagai episentrum industri halal global yang diperhitungkan.(Yonex)





