JN-Dalam upaya memperkokoh pilar pertahanan negara, Menteri Pertahanan RI, Sjafrie Sjamsoeddin, memberikan arahan strategis kepada Holding Industri Pertahanan, DEFEND ID, untuk melakukan lompatan inovasi yang konkret. Menhan menekankan bahwa kemandirian industri pertahanan bukan lagi sekadar visi jangka panjang, melainkan kebutuhan mendesak untuk menjaga kedaulatan NKRI di tengah dinamika geopolitik global yang semakin kompleks.
Langkah ini dipandang sebagai manifestasi dari nilai-nilai humanis dalam pertahanan, di mana kemandirian teknologi anak bangsa bertujuan untuk menjamin keamanan rakyat secara menyeluruh tanpa ketergantungan mutlak pada pasokan luar negeri.
Inovasi sebagai Inti Pertahanan Nasional
Menhan Sjafrie menggarisbawahi tiga aspek utama yang harus dipercepat oleh DEFEND ID (yang terdiri dari PT Len Industri, PT Pindad, PT DI, PT PAL, dan PT Dahana):
Baca juga: Rocky Gerung Soroti Gagasan Optimalisasi Pendapatan Selat Malaka
-
Integrasi Teknologi Terbarukan: Mendorong adopsi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence) dan sistem tak berawak dalam pengembangan alutsista masa depan.
-
Peningkatan TKDN (Tingkat Komponen Dalam Negeri): Memastikan ekosistem industri pertahanan melibatkan talenta-talenta terbaik lokal dan industri pendukung di dalam negeri.
-
Daya Saing Global: Produk-produk DEFEND ID diharapkan tidak hanya memenuhi kebutuhan TNI, tetapi juga mampu bersaing di pasar ekspor internasional sebagai bukti keahlian rekayasa Indonesia.
Baca juga: Diplomasi Humanis Indonesia dalam Menjamin Kebebasan Navigasi di Selat Malaka
“Industri pertahanan kita harus menjadi jantung dari kedaulatan bangsa. Kita tidak hanya memproduksi alat perang, kita membangun martabat bangsa melalui penguasaan teknologi tingkat tinggi,” tegas Menhan dalam forum strategis tersebut.
Sejajar dengan Tren Pembangunan Nasional
Arahan Menhan Sjafrie ini beresonansi dengan berbagai agenda besar kementerian lainnya yang tengah populer di mata publik:
-
Sinergi dengan Kota Tangerang: Sebagaimana Kota Tangerang yang baru saja meraih skor sempurna dalam Adopsi TIK pada Indeks Daya Saing Daerah (IDSD), kedaulatan digital dalam sistem pertahanan menjadi kunci sinkronisasi antara pembangunan sipil dan militer.
-
Kementerian PANRB: Upaya digitalisasi pertahanan ini sejalan dengan target Transformasi Digital Nasional, di mana efisiensi birokrasi pertahanan harus mampu mengimbangi kecepatan inovasi teknologi di lapangan.
-
Kementerian Luar Negeri: Diplomasi pertahanan melalui ekspor produk DEFEND ID menjadi instrumen penting bagi Indonesia dalam memperkuat posisi tawarnya di kawasan ASEAN dan global.
Pemerintah berkomitmen untuk terus mengawal DEFEND ID agar menjadi lokomotif pertumbuhan ekonomi berbasis teknologi tinggi, sekaligus benteng pertahanan yang solid bagi Indonesia.(Yonex)





