JN-Presiden Prabowo Subianto memastikan bahwa ketahanan pangan Indonesia berada dalam posisi yang sangat kuat menjelang periode hari raya tahun 2026. Berdasarkan laporan terbaru dari Bulog dan kementerian terkait, stok beras nasional saat ini mencatatkan angka tertinggi dalam sejarah, yang merupakan hasil dari optimalisasi produksi domestik dan manajemen cadangan pangan yang disiplin.
Presiden menegaskan bahwa ketersediaan beras yang melimpah ini harus diikuti dengan distribusi yang lancar ke seluruh pelosok negeri. Hal ini krusial untuk menjaga stabilitas harga di tingkat pasar dan memastikan masyarakat dapat menjangkau kebutuhan pokok dengan harga yang terjangkau, terutama di tengah fluktuasi ekonomi global.
“Kita patut bersyukur, stok beras kita berada di angka tertinggi yang pernah dicatat negara ini. Ini adalah bukti bahwa kebijakan penguatan petani dan infrastruktur pangan kita mulai membuahkan hasil nyata. Rakyat tidak perlu khawatir, stok kita cukup dan aman,” tegas Presiden dalam kunjungan kerjanya ke gudang penyimpanan pangan nasional.
Baca juga: Manfaatkan Berkah Ramadhan, Menpora Erick Thohir Pacu Transformasi Layanan Kepemudaan.
Pemerintah juga berencana untuk terus memperkuat digitalisasi pemantauan stok di tiap daerah guna mencegah terjadinya penimbunan atau kelangkaan semu. Dengan cadangan yang kuat, Indonesia kini memiliki posisi tawar yang lebih baik dalam menghadapi tantangan pangan dunia dan terus bergerak menuju target swasembada pangan berkelanjutan.(Yonex)







