JN-Pemerintah terus menegaskan komitmennya dalam mewujudkan pembangunan yang inklusif melalui strategi “Membangun dari Pinggiran”. Dalam laporan capaian terbaru tahun 2026, percepatan pembangunan infrastruktur kini difokuskan pada wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T) guna memastikan kehadiran negara dirasakan langsung oleh seluruh lapisan masyarakat hingga ke pelosok negeri.
Langkah ini mencakup perluasan akses jalan desa, penyediaan air bersih, hingga elektrifikasi di wilayah-wilayah yang sebelumnya sulit dijangkau. Fokus pemerintah tidak hanya pada pembangunan fisik, tetapi juga penguatan kesejahteraan melalui program jaminan sosial dan pendampingan ekonomi bagi pelaku usaha mikro di daerah terpencil.
“Negara harus hadir di mana pun rakyat berada. Pembangunan infrastruktur di pelosok bukan sekadar angka, melainkan jalan pembuka bagi akses pendidikan, kesehatan, dan pertumbuhan ekonomi lokal yang lebih baik,” tegas juru bicara pemerintah dalam keterangannya.
Baca juga: Manfaatkan Berkah Ramadhan, Menpora Erick Thohir Pacu Transformasi Layanan Kepemudaan.
Dengan konektivitas yang semakin membaik, distribusi kebutuhan pokok ke wilayah pelosok diharapkan menjadi lebih efisien dan murah. Hal ini menjadi fondasi penting dalam memperkuat ketahanan nasional dan memastikan pertumbuhan ekonomi tidak hanya berpusat di pulau Jawa, tetapi tersebar merata secara nasional.(Yonex)







